Saatnya Pariwisata NTB Bicara Kualitas

Wakil Gubernur NTB H Muh Amin saat Rapat Kerja Kebudayaan dan Pariwisata 2016 untuk penyelarasan program/kegiatan antara provinsi dengan kabupaten/kota se NTB di Hotel Lombok Raya, Kamis (2/6).(foto: dok Humas NTB)

Wakil Gubernur NTB H Muh Amin saat Rapat Kerja Kebudayaan dan Pariwisata 2016 untuk penyelarasan program/kegiatan antara provinsi dengan kabupaten/kota se NTB di Hotel Lombok Raya, Kamis (2/6).(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Pariwisata saat ini tidak lagi berbicara kuantitas namun juga kualitas.

“Kita tidak perlu malu belajar ke daerah atau negara yang sudah maju. Hari ini kita belajar kepada mereka, suatu saat mereka yang akan belajar ke kita,” tandas Wakil Gubernur NTB H Muh Amin saat Rapat Kerja Kebudayaan dan Pariwisata 2016 untuk penyelarasan program/kegiatan antara provinsi dengan kabupaten/kota se NTB di Hotel Lombok Raya, Kamis (2/6).

Menurut Wagub, salah satu unsur penting untuk menunjang kualitas pariwisata di NTB adalah penyelarasan program, mulai dari tingkat pusat sampai ke kabupaten/kota.

Dia menekankan penyelarasan tidak hanya pada program, namun juga pada kebijakan anggaran dan regulasi. Karena itu, orang nomor dua di NTB tersebut meminta semua pihak untuk aktif dalam mempromosikan pariwisata daerah yang ada.

“Kita harus bertindak sebagai pemasar, duta serta diplomat bagi daerah dan wisata kita,” ungkapnya.

Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB tersebut melibatkan seluruh kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten/kota se NTB. Hadir Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar, pimpinan FKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan budayawan.

Selain menyelenggarakan rapat kerja, juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan MUI, Telkomsel, GIZ, dan BLKI Lombok Timur. Hal ini untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkualitas dan modern.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB H Lalu Faozal menjelaskan raker bertujuan melakukan existing kegiatan mengawal sisa tahun 2016, mulai bulan Juni sampai Desember untuk kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan promosi pariwisata NTB.

Raker juga menjadi forum untuk memantapkan langkah dan gerak semua pihak menjadikan Lombok-Sumbawa sebagai destinasi unggulan, seiring dengan penetapan peraturan daerah tentang wisata halal.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply