Kontraktor Protes Kinerja LPSE

Para kontraktor yang melakukan protes.(foto: Ros/Lomboktoday.co.id)
Para kontraktor yang melakukan protes.(foto: Ros/Lomboktoday.co.id)
Para kontraktor yang melakukan protes.(foto: Ros/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Kendati Lembaga Pelayanan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lombok Tengah menjadi salah satu percontohan nasional dalam pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Namun, hasil kinerja dari LPSE dalam hal pengadaan barang masih saja dikeluhkan oleh kontraktor.

Hal itu terbukti Jumat (3/6). Sejumlah kontraktor lokal yang ada di Kabupaten Lombok Tengah mendatangi LPSE. Mereka tidak terima dengan hasil evaluasi Pokja 12 di LPSE Lombok Tengah yang memenangkan penyedia jasa lainnya dalam hal pengadaan barang.

Martoyo selaku pihak penyedia jasa mengatakan, dirinya mempertanyakan kinerja hasil evaluasi yang dilakukan Pokja 12 terhadap empat paket program, yaitu paket ruas jalan Pelambik-Montong Sapah, Bonder-Kelebuh, Opah-Emboan, dan paket jalan Juring-Bondak-Aikje.

“Kami menduga Tim Pokja ada yang bermain. Kami tidak ingin ada perbedaan, tapi harus diperlakukan sama. Jadi tuntutan kami, supaya empat paket itu ditender ulang dan Tim Pokjda 22 itu dibubarkan. Mereka tidak bekerja secara profesional,” tandasnya.

Martoyo mencontohkan, Tim Pokja yang telah memenangkan penyedia jasa dari luar daerah dalam paket ruas jalan Juring-Bodak-Aikje. “Sudah jelas yang boleh ikut dalam tender itu yang klasifikasi kecil. Tapi nyatanya yang dimenangkan justru penyedia jasa non kecil. Jadi kami minta supaya dilakukan terder ulang terhadap paket itu,” tukasnya.

Epan yang juga kontraktor lokal meminta agar permasalahan ini bisa diselesaikan.

“Kami yang datang ini bukan menuntut untuk dimenangkan karena kami juga tidak layak. Akan tetapi kami ingin diperlakukan yang sama dengan pihak kontraktor yang dipaksakan menang itu,” tegasnya.

Koordinator Pokja LPSE Lombok Tengah Margono menjelaskan, jika memang benar dan terbukti apa yang disampaikan atas hasil evaluasi Pokja 12 itu pihaknya akan menindaklanjutinya. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan dilakukan tender ulang.

“Kami juga akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan ini kepada pimpinan,” ungkapnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *