Status Tanggap Darurat di Sakti

Sapri, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Lombok Timur.(foto: Dim/Lomboktoday.co.id)

Sapri, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Lombok Timur.(foto: Dim/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan menetapkan status tanggap darurat gagal panen di wilayah Kecamatan Sakra Timur (Sakti).

Dengan penetapan status tanggap darurat, pemerintah kabupaten melalui Badan ketahanan Pangan, Dinas STT, dan BPBD akan menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat Sakti. Masing-masing KK diberikan bantuan 20 kg.

“Penetapan tanggap darurat dilakukan berdasarkan informasi dari petugas pengamat organisme pengganggu tanaman,” ungkap Sapri, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Lombok Timur, Jumat (3/6).

Dikatakan Sapri, adanya laporan tersebut, pihaknya bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Timur atas perintah bupati melakukan kros cek ke lapangan.

“Tim menemukan sebanyak 826 hektare dari 3.263 hektare lahan masyarakat gagal panen,” katanya.

Dalam pemberian bantuan masyarakat yang gagal panen tidak melihat kaya atau miskin. “Meski mereka dibilang kaya kalau ada lahannya gagal panen tetap diberikan bantuan,” jelasnya seraya menyebutkan jumlah penerima bantuan tersebut sebanyak 249 KK. “Jumlah beras yang akan disalurkan mencapai 41 ton, dan semua telah tersedia tinggal disalurkan,” terangnya.

Sebenarnya, Jumat ini bantuan itu disalurkan. Tapi karena bupati tak ada di tempat penyalurannya pun ditunda.

“Kita akan salurkan kalau Pak Bupati ada di tempat,” ujarnya.

Ditanya kecamatan lain, menurut Sapri, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan data dari pihak kecamatan.

“Memang tercatat ada sembilan kecamatan mengalami kekeringan. Hanya saja belum ada data riil dari kecamatan lain,” ujarnya.(DIM)

Kirim Komentar

Leave a Reply