Lulusan SMK Kehutanan Terserap DUDI

SMK Kehutanan QH Narmada.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

SMK Kehutanan QH Narmada.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – 27 siswa SMK Kehutanan Qomarul Huda (QH), Narmada, Lombok Barat diwisuda. Wisudawan angkatan III/IV langsung diserap Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang bergerak dalam bidang kehutanan. Wisuda berlangsung di eks Asrama Haji Lombok Barat.

Kepala SMK Kehutanan Qomarul Huda Lombok Barat Zainuddin di Narmada, Senin (6/6) mengatakan, dasar terbentuknya SMK Kehutanan karena maraknya illegal logging dan kurangnya sumber mata air. “Untuk menyadarkan masyarakat sekitar kawasan maka lewat generasi muda ini,” ujarnya.

Diungkapkan, sekolah yang dipimpinnya dicanangkan berdiri 2008. Pada 2010 terbentuk dan pada 2011 mendapat izin operasional. Di tahun pertama berdiri, SMK kehutanan mendapat siswa 22 orang dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Aturan dari Kementerian Kehutanan SMK Kehutanan maksimal menampung siswa dua rombongan belajar dengan satu rombel kapasitasnya 25 siswa.

“Kami hanya bisa menerima 50 siswa per tahun,” ujarnya.

Ia menyebutkan, SMK Kehutanan QH telah kerja sama dengan Kementerian Kehutanan melalui KPH. Di samping itu, dengan DUDI yang bergerak dalam bidang kehutanan. Penyebaran lulusan angkatan pertama banyak terserap di Kementerian Kehutanan di KPH, bahkan sampai di berbagai KPH Sulawesi Barat.

“Selan itu lulusan juga diserap DUDI luar daerah,” akunya.

Ia meminta kepada pemerintah untuk tidak memandang sebelah mata sekolah swasta. SMK Kehutanan QH Lobar  mampu bersaing di tingkat nasional. Pada 2015 lalu, SMK Kehutanan Lombok Barat meraih juara II Jambore nasional SMK Kehutanan. Tahun ini, lebih membanggakan, SMK Kehutanan Lombok Barat berhasil meraih hasil Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) terbaik se Indonesia.

“Kami juga mendapat piagam penghargaan juara II Integritas pelaksanaan UN 2016,” ujarnya.

Kasi SMK Dikpora NTB Nasip meragukan sensus yang dilakukan BPS NTB terkait SMK menjadi penyumbang pengangguran NTB. Data ini dinilai tidak valid. Pasalnya, banyak lulusan SMK yang menjad wirausaha tidak didata sebagai lulusan SMK.

“Mereka hanya mendata yang nganggur saja. Padahal banyak lulusan SMK banyak terikat kontrak kerja dengan DUDI,”ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan Lombok Barat Agus Gunawan mengatakan, proses wisuda ini bukan proses akhir, melainkan proses awal. Para siswa diharapkan mampu bersaing mencari lapangan kerja. Kesempatan kerja siswa cukup besar.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply