Peternak Merembu Bikin Pakan Organik Sendiri

Peternak Merembu  membuat pakan organik.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

Peternak Merembu menyimpan pakan organik di dalam tong sebelum digunakan.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Pakan ternak bernutrisi dan alami adalah harapan para peternak untuk mendapatkan kualitas produksi ternak yang didambakan dan memenuhi target pasar.

Hanya saja yang masih menjadi kendala peternak saat ini ketersediaan pakan ternak yang alami atau organik sangatlah langka. Selain petani peternak tidak memiliki kemampuan sumberdaya untuk mengolah atau memproduksi pakan organik juga ketersediaan pakan yang semakin berkurang bahkan terbatas.

Untuk mendapatkan pakan ternak, seperti rumput atau dedaunan lainnya, setidaknya untuk memperolehnya harus menempuh perjalanan puluhan kilometer.

Namun kendala tersebut saat ini, sudah bisa diatasi oleh Kelompok Peternak Beriuk Melet, Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Mereka mendapatkan pelatihan pembuatan pakan ternak organik yang difasilitasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja Transmigrasi Lombok Barat, dengan instruktur dari Rumah Potong Hewan (RPH), Banyumulek, peternak sudah tidak merasakan terkendala lagi dengan pakan ternak.

Mursalim, Ketua Peternak Beriuk Melet bersama sejumlah anggotanya membuat pakan ternak sendiri dengan bahan-bahan yang begitu mudah didapatkan. Bahan-bahan tersebut, di antaranya limbah jagung, FML, limbah penyedap rasa, dan garam. Tidak lupa hasil fermentasi jerami yang disiram air kelapa dan air ragi tape yang diendapkan selama tiga hari.

“Sedangkan bahan-bahan fermentasi dari jagung, garam, FML, dan limbah penyedap rasa yang diendapkan dalam satu galon plastik. Setelah itu dicampur dengan fermentasi jerami. Berikutnya harus menunggu selama 20 hari kemudian untuk selanjutnya siap dijadikan makanan ternak. Sebanyak tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore hari ternak kita kasih makan,” terang Mursalim.

Guna memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya, dia juga memberikan makanan tambahan lainnya seperti rumput lokal, dedaunan, bungkil pisang, dan lain sebagainya.

“Makanan tambahan ini juga perlu diberikan untuk memastikan nutrisi ternak bisa terpenuhi. Karena bagaimanapun juga semua ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan ternak, kualitas daging dan beratnya pun otomatis akan bertambah,” ujarnya.

Mursalim mengaku senang dengan keterampilan dirinya bersama anggota peternak lainnya yang sudah bisa membuat pakan ternak sendiri. Sejauh ini pengalaman membuat pakan ternak berbahan organik ternyata sangat disukai ternaknya khususnya sapi.

“Semula sapi-sapi kami ini susah diberi makan dengan pakan baru olahan seperti ini. Namun secara terus-menerus kita biasakan dan sekarang telah menjadi biasa. Pertumbuhan sapi pun semakin membaik,” kata Mursalim yang harus menyiapkan pakan buatan ini bagi 20 ekor sapi di kelompoknya.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply