2016, Retribusi Tower Tak Bisa Dipungut

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Timur, HL Suandi. (Foto: DIM/Lomboktoday.co.id)

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Timur, HL Suandi. (Foto: DIM/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembatalan pasal 124 UU No.28 tahun 2009 terkait pungutan retribusi 2 persen, maka Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Lombok Timur tidak bisa lagi menjalankan Perda No.11 tahun 2010 tentang pungutan retribusi dari sejumlah bangunan tower yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

‘’Adanya putusan MK itu, maka retribusi dari tower tidak bisa lagi dipungut, sambil kita menunggu Perpu dari Kementerian,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Timur, HL Suandi kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/6).

Menurut Suandi, sebelumnya UU telah mengatur untuk pungutan retribusi dari tower 2 persen, tapi tiba-tiba ada putusan MK yang mencabut pungutan tersebut. ‘’Salah satu solusi, kita akan melakukan pungutan setelah revisi Perda,’’ ungkapnya.

Hanya saja untuk merevisi Perda itu, membutuhkan waktu yang panjang. Jadi, agar retribusi dari tower ini tidak hilang, maka ia mengajak semua kabupaten/kota dan provinsi untuk membuat kesepakatan, karena UU juga memberikan wewenang untuk melakukan pungutan retribusi tersebut.

Dan untuk membayar retribusi itu, ada kewajiban perusahan untuk membayarnya. Hanya saja besaran pungutan yang saat ini sedang dalam pembicaraan.

‘’Selama ini Lombok Timur mendapatkan retribusi dari tower tersebut mencapai Rp3,2 miliar per tahunnya. Tapi sejak adanya putusan MK itu, kabupaten/kota saat ini menjadi galau,’’ ujarnya.

Sehingga pihaknya akan terus berusaha agar pungutan retribusi dari tower itu tidak hilang. Bahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penagihan terhadap pemilik tower yang ada, terutama yang masih mempunyai tunggakan. Karena, bila mereka tidak membayar, maka pihaknya akan melakukan penyegelan.(DIM)

Kirim Komentar

Leave a Reply