DPRD Lobar Serang Asisten II Lobar yang WO

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Pembahasan lanjutan nota keuangan Pemkab Lombok Barat berlangsung panas. Hal ini membuat Asisten II Setda Lobar Robijono Prastijanto memilih untuk meninggalkan ruang sidang DPRD Lobar, tempat berlangsungnya rapat, Kamis (9/6).

Walk Out (WO)-nya Asisten II bermula ketika dewan mempertanyakan retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dari target Rp2,5 miliar, hanya tercapai Rp2 miliar di 2015. Realisasi ini jauh di bawah raihan retribusi IMB di 2014, yakni Rp4,6 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sulhan Muchlis Ibrahim yang saat itu memimpin rapat, langsung mempersilakan Asisten II Robijono Prastijanto untuk menjawab permasalahan itu. Namun, jawaban yang diberikan rupanya belum memuaskan dewan.

Bahkan, Sulhan menganggap jawaban yang diberikan Asisten II tidak nyambung dengan pertanyaan. ”Bukan itu jawaban yang kami minta,” kata Sulhan sembari menggebrak meja.

Setelah itu, anggota dewan lainnya lantas mendesak Robi untuk bisa memberikan jawaban yang komprehensif.

Merasa terdesak, Asisten II langsung berdiri dari kursinya sembari membereskan berkas yang ia bawa. ”Maaf, saya izin keluar pimpinan,” ujar Robi dengan raut wajah tegang.

Melihat tingkah laku Asisten II, kontan membuat marah anggota dewan yang hadir. Interupsi pun terjadi. Seperti yang dilakukan Indra Jaya Usman.

”Forum ini sudah tidak dihormati lagi oleh eksekutif, kok enak sekali keluar begitu saja,” kata Iju, sapaan akrab Indra Jaya Usman.

Menurut dia, apa yang saat ini sedang dibahas, merupakan permasalahan dari kinerja eksekutif. Bukan sekadar mencari-cari kesalahan. ”Kita ini bertanya soal tugas dan kewenangan yang dikerjakan,” ujarnya.

Anggota dewan lainnya tak kalah lantang. Meminta untuk pimpinan rapat untuk menghentikan pembahasan nota keuangan.

”Deadlock saja sudah. Ini namanya pelecehan terhadap lembaga,” kata Ahmad Zainuri.

Sementara itu, menanggapi aksi walk out asisten II, Sekda Lobar Mochammad Taufiq mengatakan akan segera menindaklanjuti hal ini ke bupati. Menurut Taufiq, debat dengan dewan merupakan hal biasa.

”Tidak perlu kalau sampai walk out seperti itu. Masalahnya kan kita hanya adu data dan argumen, dan itu biasa,” kata Taufiq.

Terkait dengan deadlock-nya pembahasan nota keuangan, kata Taufiq, akan dilaporkan kepada bupati. Sehingga dalam pembahasan berikutnya, tidak terjadi lagi deadlock.

”Ini bersama Sekwan (sekretaris dewan, red) mau menghadap bupati dulu,” tandasnya.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply