KLU Respon Rencana Investasi PT BLT

Komisaris Utama PT BLT, Barat Iriansyah. (Foto: DNU/Lomboktoday.co.id)

Komisaris Utama PT BLT, Barat Iriansyah. (Foto: DNU/Lomboktoday.co.id)

KLU, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) merespon positif atas rencana investasi PT Berjaya Lombok Tirta (BLT) yang akan memenuhi kebutuhan suplai air bersih untuk kawasan wisata tiga gili.

‘’Kita sangat welcome dengan investor. Tapi harus serius. Bila perlu lebih cepat,’’ kata Asisten II Setda Kabupaten Lombok Utara, Melta dalam eksposure PT BLT bersama Pemda KLU di Tanjung, Kamis (9/6).

Dalam eksposure yang juga dihadiri pihak BWS, KPH Rinjani Barat, dan Kades Gili Indah itu, Melta menjelaskan, sejauh ini ada 2 lokasi mata air yang rencananya akan dimanfaatkan PT BLT sebagai sumber pengelolaan air. Diantaranya; Lokoq Segara (posisi bawah Bendungan Pekatan) dan aliran kali di kawasan hutan Batu Rakit.

‘’Untuk sementara ada 2 opsi lokasi. Akan dikaji terlebih dahulu mana yang paling memungkinkan dan layak,’’ ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati KLU, Syarifudin mendukung dan menyambut baik rencana investasi tersebut. Dikatakannya, pemerintah sangat terbuka untuk semua pihak yang mau berinvestasi di KLU.

‘’Selama tidak membebankan APBD dan untuk kepentingan orang banyak, kenapa tidak. Pemerintah berkewajiban mendukung,’’ tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT BLT, Barat Iriansyah berharap perusahannya dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyediakan kebutuhan air bersih, khususnya di tiga gili.

‘’Sekali lagi saya sampaika bahwa kami serius untuk berinvestasi di KLU. Seperti yang sudah disampaikan di awal, bahwa ini adalah kerjasama sistem BOT (bangun operasi & tranfer),’’ paparnya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam proses kerjasama ke depan. Semua biaya pembangunan infrastuktur akan ditanggung pihak perusahaan, tanpa penyertaan modal. Dan dengan skema kerjasama selama 25 tahun.

Sebelumnya, tahun 2014 lalu, PT BLT pernah mengajukan kerjasama serupa di era kepemimpinan bupati terdahulu, namun belum menemukan kata sepakat.(DNU)

Kirim Komentar

Leave a Reply