Monopoli Penjualan Buku Semakin Menggurita

Sekretaris IGI Lombok Timur Muhir.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Sekretaris IGI Lombok Timur Muhir.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id  – Monopoli penjualan buku oleh satu perusahaan tertentu di Lombok Timur sudah semakin menggurita. Hal ini membuat pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lombok Timur meminta kepada semua sekolah baik TK, SD/MI SMP/Mts,SMA/MA dan SMK untuk bersikap, tidak menjadi sapi perah perusahaan buku.

Demikian penegasan Sekretaris IGI Lombok Timur Muhir kepada Lomboktoday.co.id.

Muhir yang juga Wakil Ketua IGI NTB mengaku sangat mendukung pernyataan Bupati HM Ali Bin Dachlan mengenai masalah monopoli buku di Lombok Timur. Karena itu, dirinya meminta bupati segera mengambil sikap tegas terhadap masalah ini agar sekolah tidak dirugikan.

“Bagaimana tidak berani melakukan monopoli karena perusahaan berani memberikan fee kepada oknum-oknum tertentu,” terang Muhir.

Muhir mengatakan hal ini karena dirinya seorang guru dan mengetahui seluk beluk penjualan buku yang terjadi di sekolah.

“Dari dulu perusahaan yang itu-itu saja karena diberikan angin segar oleh dinas untuk melakukannya,” tandas Muhir.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan mensinyalir ada perusahaan yang melakukan monopoli dalam penjualan buku di sekolah-sekolah.

“Saya tidak menginginkan ada perusahaan yang memonopoli dalam penjualan buku ke sekolah-sekolah di Lombok Timur. Perbuatan yang seperti harus dihilangkan atau dibuang jauh-jauh,” tegas Ali BD.

Dia meminta kepada perusahaan yang suka melakukan monopoli dalam penjualan buku di sekolah untuk menghentikan perbuatannya karena perusahaan akan sangat rentan berurusan dengan hukum kalau ditemukan adanya pelanggaran dalam perbuatan tersebut.

“Jangan karena perusahaan itu memperoleh banyak untung, seenaknya melakukan monopoli dengan bekerjasama dinas sehingga perbuatan itu tidak dibenarkan,” terang Ali BD seraya menegaskan perusahaan itu juga tidak segan-segan memberikan uang kepada dinas maupun pejabat agar proyek yang ditangani bisa diamankan.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply