Ngabuburit Ilmiah untuk Anak Sekolah

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus Peluncuran Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia.(foto: dok Humas NTB)

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus Peluncuran Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia.(foto: dok Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Rabu sore (8/6) kalangan akademisi dan beberapa pejabat ngabuburit bersama Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi di halaman Pendopo Tengah Gubernur Nusa Tenggara Barat. Ngabuburit ilmiah ini terkait Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus Peluncuran Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia.

NTB mendapat kehormatan dipilih sebagai provinsi pertama dalam pelaksanaan Program Inovasi. Program tersebut, dihajatkan bagi upaya peningkatan mutu pembelajaran anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di NTB.

Hadir juga dalam acara tersebut Stake Holder dan pihak-pihak terkait, seperti Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB Mori Hanafi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) NTB Ridwan Syah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Totok Suprayitno, Minister Counselor Kedutaan Besar Australia Ms Fleur Davies, Program Director Inovasi Ms Jesica Ludwig, dan kurang lebih 180 peserta lainnya dari berbagai lini.

Dengan konsep yang santai, acara ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ms Fleur Davies. Dengan sambutan dalam Bahasa Indonesia Fleur Davies menyampaikan bahwa Program Inovasi ini sudah membangun sejumlah 1.155 SMP dan membantu 1.500 madrasah dalam meningkatkan akreditasinya. Untuk NTB, kontribusi yang telah diberikan yakni berdirinya 41 sekolah sejak tahun 2011.

Untuk diketahui, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia akan memfokuskan upaya peningkatan sistem belajar mengajar di kelas. Guru mampu mencari tahu apa yang telah berhasil dicapai siswa-siswinya.

Gubernur menyampaikan bahwa program ini sangatlah besar maknanya bagi dalam ikhtiar membangun Sumber Daya Manusia NTB yang lebih baik di masa mendatang.

Menurut dia, dalam agama Islam dan seluruh kepercayaan lainnya setiap agama pasti memiliki shared value atau nilai-nilai yang bisa dibagi bersama dan diyakini bersama. Ibadah yang paling tinggi nilainya adalah Al Jihadul Ilmi. Hal ini dapat diibaratkan punuk (tempat menyimpan makanan) unta yang letaknya paling menonjol di antara anggota tubuh lainnya.

Segala sesuatu tindakan perubahan untuk menjadi lebih baik termasuk dalam kategori Jihad Ilmu yakni memiliki posisi paling penting dan tertinggi. Sama halnya dengan program yang akan diluncurkan sore ini adalah bentuk dari Al Jihadul Ilmi.

“Alhamdulillah pilihan Madam Fleur tepat menunjuk NTB sebagai lokasi yang pertama karena coba saja ibu lihat logo pada banner di belakang saya (menengok ke belakang), NTB memiliki logo menjangan dan Australia memiliki logo kangguru, yakni sama-sama berlari. Kita upayakan menjangan larinya mendahului kangguru. Artinya kemitraan ini insyallah akan baik seperti halnya banyak kemitraan yang telah dibangun oleh masyarakat NTB dengan banyak pihak lainnya termasuk Australia dengan program-program lainnya”, ungkap gubernur.

Sembari menunggu waktu berbuka puasa, Gubernur NTB tak lama memberikan sambutannya. “Saya ingin meletakkan program ini agar program ini tidak hanya kita hadiri dalam bentuk seremoni saja tetapi apa yang kita kerjakan mengandung nilai yang sungguh besar dan kemanfaatan yang besar untuk anak-anak kita di masa mendatang,” pungkasnya.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply