Rumah Makan Ogah-ogahan Bayar Pajak

Kepala Bidang Pajak Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Lombok Timur Hasni memegang plang ketentuan membayar pajak bagi pengelola lesehan dan rumah makan di Lotim.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Kepala Bidang Pajak Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Lombok Timur Hasni memegang plang ketentuan membayar pajak bagi pengelola lesehan dan rumah makan di Lotim. (foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Para pengelola lesehan atau rumah makan yang ada di Lombok Timur masih ogah-ogahan untuk membayar pajak ke daerah setiap bulannya. Padahal itu merupakan kewajiban mereka.

Kepala Bidang Pajak Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Lombok Timur Hasni kepada Lomboktoday.co.id membenarkan hal itu.

“Saat ditagih, pengelola lesehan dan warung makan ada yang mau membayar dan tidak,” tegas Hasni.

Para pengelola lesehan dan rumah seharusnya membayar pajak  kepada daerah sebesar 10 persen dari penghasilan yang mereka peroleh setiap bulannya. Jika membandel, mereka akan dikenakan denda 2 persen.

“Kami sudah pasang plang kepada para pengelola lesehan dan rumah makan mengenai ketentuan untuk membayar pajak,” tukas Hasni.

Dirinya pun mengaku sudah mengantongi nama-nama pengelola lesehan dan rumah makan yang rutin bayar pajak dan yang tidak. Karena itulah, PPKA Lombok Timur akan melibatkan Polisi Pamong Praja untuk menagih pajak ke lesehan dan warung makan. Dan, akan ada sanksi kalau membandel.

“Ini merupakan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) banyak dijumpai yang belum bayar pajak. Kami minta kesadarannya,” ucap Hasni.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply