Wabup Lotim Klaim Investor Adalah Broker

EKSKOTIK: Kawasan Pantai Kaliantan yang merupakan salah satu lokasi wisata yang dilirik oleh sejumlah investor untuk menanamkan investasinya di Lotim. (Foto: SR/Lomboktoday.co.id)

EKSKOTIK: Kawasan Pantai Kaliantan yang merupakan salah satu lokasi wisata yang dilirik oleh sejumlah investor untuk menanamkan investasinya di Lotim. (Foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Wakil Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin mengklaim banyak diantara investor yang ingin menanamkan investasinya di Lombok Timur, tapi yang menjadi masalah adalah mereka tidak memiliki modal yang cukup untuk berinvestasi.

‘’Saya melihat kalau investor itu adalah broker, karena sudah sangat jelas mereka tidak miliki modal,’’ tegas Haerul Warisin kepada Lomboktoday.co.id di kantornya, Sabtu (11/6).

Wabup menjelaskan, pemerintah daerah sudah memberikan kemudahan bagi setiap investor yang bersungguh-sungguh ingin menamankan investasinya di Lotim. Terutama dalam pengurusan ijin tidak akan dipersulit, melainkan akan dipermudah selama mereka mengikuti syarat yang telah ditentukan pemerintah daerah.

Bahkan tidak itu saja, sudah banyak investor yang telah diberikan ijin prinsip, yang dikeluarkan Bupati Lotim, HM Ali BD. Seperti halnya di wilayah Srewe, Kaliantan maupun beberapa gili di Lotim. Tapi apa yang terjadi, justeru investor itu menghilang begitu saja.

‘’Bagaimana sudah baiknya kami, tapi investor justeru malah menghilang entah kemana setelah ijin kami berikan. Artinya, setelah satu tahun kami berikan ijin, investor itu mati suri semuanya,’’ ungkapnya.

Meski demikina, lanjut Wabup, Pemkab Lotim akan tetap mensupport para investor yang berniat sungguh-sungguh untuk menamamkan investasinya. Hanya saja kedepan, pihaknya harus membuatkan ikatan agar para investor ini tidak lari sebagaimana yang telah dilakukan oleh para investor sebelumnya.

Salah satu cara untuk mengikat mereka yakni harus menyetorkan atau menyimpan uang kesungguhannya untuk ditaruh di bank. Sebab, jika mereka sudah berani, berarti sudah pasti bersungguh-sungguh untuk berinvestasi di Lotim.
‘’Uang jaminan itu sebagai pengikat saja agar mereka tidak lari setelah memperoleh ijin untuk melakukan aktivitas. Tidak ada yang sulit kalau kita semua sepakat untuk itu,’’ ujarnya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply