Konspirasi Dewan, Robijono Mengundurkan Diri Jadi Staf Ahli

H Robijono Prasetjanto (Kanan) saat bersama Asisten I Setkab Lombok Barat.(foto: istimewa)

H Robijono Prasetjanto (Kanan) saat bersama Asisten I Setkab Lombok Barat.(foto: istimewa)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Tak nyaman dimutasi dari Asisten II jadi Staf Ahli bidang ekonomi Setdakab Lombok Barat H Robijono Prasetijanto menganggap pemberhentian dirinya dari jabatan Asisten adalah “pesanan” dewan. Dengan alasan harga diri, ia pun mengundurkan diri.

Sebagaimana diketahui, Robijono adalah satu dari ratusan pegawai yang kena mutasi belum lama ini. Sehari setelah mutasi, Robijono bersurat ke Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. Dalam suratnya, ia mengundurkan diri dari jabatan Staf Ahli dengan sejumlah alasan. Salah satunya, pemindahannya sarat konspirasi dewan.

Beberapa hari sebelum mutasi, Robijono memang terlibat “perseteruan” dengan anggota DPRD Lombok Barat. Di salah satu rapat bersama eksekutif dan legislatif, Robijono tidak terima dicerca beragam pertanyaan oleh sejumlah anggota dewan. Karena emosi, ia keluar dari pertemuan.

Sikap Robijono membuat anggota DPRD Lombok Barat tersinggung. Tindakan mantan Kadis PU ini dianggap melecehkan institusi dewan. Anggota pun meminta Bupati Fauzan Khalid agar mendepak Robijono dari jabatannya sebagai Asisten II. Dewan mengancam tidak akan memuluskan pembahasan anggaran jika yang bersangkutan tidak diganti. Benar saja, saat mutasi nama Robijono masuk. Ia menjadi staf ahli. Dari sisi kepegawaian, Robijono tercatat akan memasuki masa pensiun beberapa bulan lagi.

Selanjutnya, sebagai seorang Asisten, Robijono juga tidak terima diisukan menghambat pembangunan Lombok Barat. Isunya katanya tidak mendasar. Kinerjanya juga bagus. Proses tender berjalan dengan baik dan sesuai aturan. Di BKPRD juga katanya, banyak izin perumahan yang ditolak karena melanggar tata ruang dan lainnya.

“Saya tidak pernah mengatur pejabat lain untuk mengambil keuntungan,” ungkapnya.

Ia mengakui desakan agar dirinya dipindah terjadi sejak dua bulan lalu. Ia diributkan akan dipindah menjadi Kadis PU lagi. Namun waktu itu dirinya menolak karena  sebentar lagi ia akan pensiun. Isu mencuat kembali setelah ada rapat dengan dewan.

”Kok dewan begitu, meminta saya minta maaf. Bukankah saya lebih dilecehkan. Intinya saya tidak terima digeser dengan alasan itu. Kalau alasan kinerja saya akan terima,” tegasnya di Gerung, Kamis (16/6).

Ia kembali mengingatkan bahwa antara dewan dan eksekutif harus terus bekerjasama dan berkoordinasi.

“Kalau mau dihormati, maka hormati orang lain juga. Selama ini saya tidak pernah begitu. Saya sudah bekerja 36 tahun, bekerja jadi PNS 31 tahun,” ungkapnya.

“Kalau mau niat geser saya, kenapa dua tahun sebelumnya saja. Kalau tetap begini, maka dewan semakin senang,” tambahnya.(hrw)

Kirim Komentar

Leave a Reply