Hentikan Perlakuan Diskriminatif Terhadap Anak Buruh Migran

MATARAM, Lomboktoday.co.id –  Masih saja ada perlakuan diskriminatif dialami anak para buruh migran. Perlakuan tersebut bahkan tidak saja dilakukan orang dewasa, tapi juga banyak dilakukan anak-anak yang melontarkan kata-kata berkonotasi negatif.

“Misalkan dengan memanggil anak bersangkutan, sesuai negara tempat ibunya bekerja seperti anak Arab Saudi,” kata Direktur Yayasan Tunas Alam, Suhardi di Mataram, Senin (20/6).

Menurut dia, hal ini secara tidak langsung, lama kelamaan akan berpengaruh terhadap psikologi anak.

Karena itulah, pihaknya selain aktif melakukan advokasi dan pendampingan kepada anak-anak buruh migran juga terus berupaya aktif memberikan penyadaran kepada masyarakat dengan melakukan kampanye stop perlakuan diskriminatif terhadap anak buruh migran.

“Proses advokasi dan pendampingan terhadap anak buruh migran oleh Yayasan Tunas Alam sendiri masih difokuskan di Kabupaten Lombok Timur sebagai kabupaten dengan kantung buruh migran terbesar, yaitu Desa Lenek dan Desa Wanasaba,” tutur Suhardi.

Pihaknya juga akan terus mendorong pemerintah supaya bisa lebih peduli terhadap anak buruh migran, melalui kebijakan yang pro anak buruh migran.(wan)

Kirim Komentar

Leave a Reply