Kepala BIN Datang ke NTB

85
Kepala BIN Sutiyoso dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.(foto: Roni/Humas NTB)
Kepala BIN Sutiyoso dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.(foto: Roni/Humas NTB)
Kepala BIN Sutiyoso dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.(foto: Roni/Humas NTB)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso bersilaturahmi dengan Forkopimda, Komimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda NTB melalui Safari Ramadhan 1437 H di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (22/6). Silaturahmi ini dihadiri Anggota DPR RI Dapil NTB H Muhammad Syafrudin dan Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Made Sumertha.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi berharap  sinergitas alat-alat negara untuk memastikan pembangunan di daerah, khususnya di NTB dapat terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang.

Gubernur menyampaikan konsep negara yang baik sesuai dengan deskripsi Alquran harus memiliki 2 unsur, yaitu unsur yang kelihatan dan unsur yang tidak terlihat. Unsur yang kelihatan adalah hal-hal yang kasat mata, antara lain alam subur, infrastruktur tertata dengan baik, dan sarana kebutuhan publik terpenuhi dengan baik. Unsur yang tidak terlihat, yaitu ada nilai-nilai baik yang tumbuh dan berkembang, antara lain kekompokan, satu visi dan kebersamaan dalam memaknai bangsa dan negara.

“Kedua hal tersebut harus terwujud sehingga suatu negara menjadi negara yang baik, maju, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Tuan Guru Bajang ini.

Kepala BIN Sutiyoso mengaku melihat banyak kemajuan di provinsi ini. “Para pendahulu berkata keberagaman bisa menjadi titik lemah tetapi jika keberagaman tersebut bisa dikelola dengan baik maka akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.

Ia memiliki pandangan Islam yang Rahmatan lil’alamin sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah pandangan Islam terbaik yang bisa diaplikasikan di negara Indonesia yang memiliki keberagaman. Jika hal tersebut tidak diindahkan maka akan sulit mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang damai.

“Saya meminta bantuan para tokoh agama dan tokoh masyarakat jika ada pemikiran yang menyimpang dari warga masyarakat tertentu untuk tolong diluruskan,” pungkasnya.(ar/ltd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here