Banyak Ponpes di Lombok Barat Tak Terdaftar

TGH Nasrullah, Ketua FKSPP Lombok Barat.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)
TGH Nasrullah, Ketua FKSPP Lombok Barat.(foto: hrw/Lomboktoday.co.id)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Ketua Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Barat TGH Nasrullah mengaku jika pengukuhan FKSPP Lobar dinilainya terlambat, mengingat sejak di-SK-kan Bupati Lobar tertanggal 4 Januari 2016 lalu FKSPP Lobar belum bisa mengeksekusi berbagai programnya.

TGH Nasrullah yang juga Kasi Mapenda, Kemenag Lobar ini memaparkan kondisi Ponpes di Lobar. Hingga saat ini tercatat sebanyak 125 Ponpes di Lobar. Dari jumlah itu yang terdaftar di Kemenag Lobar hanya 67 Ponpes. Selebihnya belum ada izin atau terdaftar di Kemenag Lobar.

“Karena itu kami mengimbau kepada kita semua terutamma para pimpinan Ponpes untuk mengurus izin pendirian Yayasan/Ponpes yang memang sangat dibutuhkan. Hal ini berpengaruh pada bantuan yang diberikan kepada Ponpes hanya yang telah memiliki izin atau terdaftar di Kemenag,” tukasnya.

Nasrullah menambahkan, sebagian besar dari Ponpes yang ada di Lobar saat ini mengelola jenjang pendidikan dari Raudatul Atfal (TK) hingga Madrasah Aliyah (MA). Meski demikian, tidak juga yang membuka SMP, SMA dan SMK Islam yang bernaung di bawah yayasannya masing-masing.

Dalam catatannya di Kementerian Agama Lobar menyebutkan, saat ini terdapat 52 RA, 92 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 108 MTs, dan 86 MA didukung sebanyak 338 unit madrasah tersebar se Lobar.

“Jika menghitung tenaga guru PNS tercatat sebanyak 292 PNS, 5.506 guru non PNS. Khusus guru non PNS ini saya kira perlu mendapat perhatian kita bersama khususnya Pemda Lobar,” ungkapnya.

Nasrullah berharap sejumlah subsidi dari pemerintah kabupaten maupun berbagaimacam subsidi dari Pemprov NTB yang diperuntukkan bagi kemajuan dan terlaksananya pendidikan di Ponpes akan bisa memajukan pendidikan termasuk kesejahteraan bagi tenaga gurunya.(hrw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *