Curi Motor, Tiga Rumah Dirusak Massa

Kapolsek Sakra Barat Iptu Junep berusaha menenangkan warga.(foto: SR.Lomboktoday.co.id)

Kapolsek Sakra Barat Iptu Junep berusaha menenangkan warga.(foto: SR.Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan warga Dusun Sukarara Utara, Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat melakukan aksi perusakan terhadap dua rumah warga yang diduga sebagai pelaku curanmor, Sabtu (25/6) sekitar pukul 17.00 Wita di Dusun Tangar, Desa Sukarara.

Tidak itu saja rumah orangtua salah seorang pelaku, Jum juga tak luput dari aksi beringas warga.

Di antara rumah pelaku yang dirusak dan diporak-porandakan warga yakni Syu (60) dan Ham (18) warga Lendik Dusun Tangar, Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat dan rumah Jum orangtua Ham.

Kasusnya sudah ditangani aparat Polsek Sakra Barat guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Informasi yang berhasil dihimpun Lomboktoday.co.id menyebutkan kasus perusakan rumah yang diduga pelaku cunramor tersebut bermula dari salah seorang warga, Abdul Syukur, warga Sukarara yang menjadi korban pencurian sepeda motor. Saat itu, dia akan pulang kerja sebagai buruh tani bersama warga lainnya yang berlokasi di wilayah Kampung Pelopok, Dusun Sukarara.

Kemudian saat sedang bekerja korban memarkir sepeda motor Varionya di pinggir jalan yang tidak jauh dari tempat bekerja. Lalu tidak berapa lama salah seorang warga melihat pelaku menggunakan sepeda motor milik korban.

Pelaku menggunakan penutup sebagian mukanya agar tidak diketahui warga. Namun, dalam perjalanan, penutup mukanya terjatuh. Sehingga dengan mudah wajah pelaku diketahui. Warga pun berteriak maling. Tak ayal, mendengar teriakan pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor curian. Karena wajahnya sudah diketahui, usai berbuka puasa korban, Abdul Syukur dan warga mencari pelaku ke rumahnya masing-masing.

Kaca jendela rumah pelaku yang dirusak oleh warga Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Kaca jendela rumah pelaku yang dirusak oleh warga Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Namun tidak ditemukan pelaku. Amarah warga sudah memuncak dengan melempar dan merusak rumah pelaku, termasuk rumah orangtua pelaku hingga berantakan. Bahkan tidak itu saja, massa juga membawa dua ekor sapi milik pelaku sebagai jaminan.

Melihat massa yang sudah tidak terkendali, Hasanudin, Kades Sukarara meminta warganya untuk tenang dan tidak main hakim sendiri.

“Kami minta warga jangan anarkis untuk menyelesaikan masalah dan saya minta tenang,” pinta Hasanudin kepada warganya yang datang ke TKP bersama aparat kepolisian.

Tidak lama setelah perusakan tersebut, salah seorang warga ditelepon orang yang tidak dikenal. Penelepon memberitahukan kalau sepeda motor yang dicuri berada di wilayah Lekor, Janapria.

Kades bersama Polmas dan warga yang ditelepon bersama ratusan masyarakat langsung menuju wilayah Lekor.

Ditemukanlah sepeda motor milik korban terparkir ditinggal pelaku yang kabur di pinggir jalan. Setelah itu sepeda motor itu langsung diamankan ke Mapolsek Sakra Barat.

Meski sepeda motor korban sudah ditemukan, tetapi massa tetap tidak terima dengan perbuatan pelaku. Kemudian warga Sukarara beramai-ramai mendatangi Mapolsek Sakra Barat dengan dikoordinir salah seorang tokoh masyarakat.

“Kami minta agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku,” kata koordinator warga, Saharudin.

Kedatangan warga Sukarara ke Mapolsek Sakbar diterima Kapolsek, Iptu H Junep dengan langsung memberikan pengertian kepada masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing. Junep meminta agar warga memberikan kepercayaan kepada Polri untuk menangani kasus ini.

“Berikan kepercayaan kepada kami untuk menangani kasus ini. Begitu juga warga diminta untuk jangan main hakim sendiri dalam menyelesaikan masalah,” kata Junep.

Setelah menerima penjelasan Kapolsek Sakra, puluhan warga kemudian membubarkan diri dari Mapolsek dengan langsung pulang ke rumah masing-masing.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply