Imam Besar Masjidil Aqso Berikan Wejangan di Lombok Timur

Iman Besar Masjid Aqso Palestina, Syeikh Naim Sulaiman Al Shindi bersama penerjemah sedang memberikan tausiyah di Masjid Agung Al Mujahidin Selong.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Iman Besar Masjid Aqso Palestina, Syeikh Naim Sulaiman Al Shindi bersama penerjemah sedang memberikan tausiyah di Masjid Agung Al Mujahidin Selong.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Imam Besar Masjid Aqso Palestina, Syeikh Naim Sulaiman Al Shindi memberikan wejangan kepada umat Islam yang ada di Lombok Timur. Dia bertausiyah di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Minggu sore (26/6).

Iman besar tersebut datang untuk melakukan road show dengan tema “Tebar hidayah bulan Ramadhan.” Dia mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Subbussalam Muhammadiyah, dan Masjid At Takwa Pancor.

Di hadapan ratusan jamaah umat muslim imam besar tersebut banyak memberikan tambahan ilmu agama maupun kondisi terakhir Jalur Gaza Palestina yang berkonflik. Dia menggunakan Bahasa Arab dalam memberikan tausiyah, untuk kemudian diterjemahkan oleh salah seorang ustadz dari NTB.

“Saya sangat bersyukur datang ke sini melakukan silaturahmi bersama umat Islam di Lotim,” kata Syeikh Sulaiman di awal pembukaan tausiyahnya.

Syeikh Sulaiman mengajak kepada umat muslim untuk memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Karena di dalamnya terdapat salah satu malam yang dinamakan malam Lailatul Qadar atau seribu bulan.

“Karena sesungguhnya yang tidak memanfaatkan malam Lailatul Qadar maka mereka adalah orang yang rugi. Apalagi keutamaan malam seribu bulan ini sangat banyak. Malam seribu bulan itu ada di bulan Ramadhan, dengan memperhatikan tiga hal yakni sahadat, sholat, dan puasa,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Syeikh Naim Sulaiman menceritakan kondisi Palestina yang mengalami kedzoliman oleh perbuatan bangsa Yahudi Israel. “Sehingga menjadi perhatian kita sebagai umat Islam untuk memperbanyak doa bagi saudara kita yang berada di tempat konflik,” ungkapnya.

Terjadinya konflik membuat warga kesulitan memperoleh makanan dan obat-obatan. Namun untuk umat Islam Indonesia bersama negara Islam lainnya datang membantu untuk meringankan beban.

“Warga Palestina berterima kasih dengan adanya bantuan yang datang,” ujar Syeikh Naim.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply