Penyidik Kejaksaan dan Tim Ahli Turun ke SDN 7 Terara

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Selong bersama tim ahli turun ke SDN 7 Terara untuk mencari bukti tambahan mengenai fisik bangunan.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Selong bersama tim ahli turun ke SDN 7 Terara untuk mencari bukti tambahan mengenai fisik bangunan.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Penyidik Kejaksaan Negeri Selong, dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Gustiawan dan Kasi Intel, Jeffry bersama tim ahli turun ke SDN 7 Terara, Selasa (28/6).

Kedatangan penyidik diterima H Sabarudin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 7 Terara, para guru, dan panitia pembangunan.

Penyidik dan tim ahli melakukan pengecekan terhadap kedalaman fondasi maupun kondisi bangunan yang ada, apakah sudah sesuai dengan gambar ataukah tidak.

“Hasil turun lapangan ini selanjutkan kami olah untuk melengkapi bukti yang sudah ada,” kata Iwan Gustiawan, Kasi Pidsus Kejari Selong kepada wartawan di lokasi.

Dia mengatakan kedatangan tim penyidik dan tim ahli ke SDN 7 Terara untuk melakukan pengecekan dan memeriksa kondisi bangunan tersebut.

“Masalah SDN 7 Terara ini sedang kami tangani dengan status penyidikan, maka untuk melengkapi kami datangkan tim ahli,” terang Iwan Gustiawan seraya mengatakan kalau dilihat dari jumlah lokal benar enam lokal, namun ada yang tidak beres dalam pembangunannya.

Dikatakannya, bangunan sekolah itu memang sudah bisa difungsikan karena bangunannya sudah selesai. Namun, di balik itu semua ada yang janggal dalam pembangunannya.

“Maka indikasi korupsi sangat kuat dalam pembangunan ini,” tandas Iwan Gustiawan.

Selain itu, penyidik memiliki keyakinan dalam kasus sekolah ini ada kerugian negara. Namun, untuk hal itu butuh bukti kuat karena kejaksaan tidak gegabah dalam menentukan siapa yang akan menjadi tersangkanya.

“Bisa saja dua, tiga atau empat yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Tunggu tanggal mainnya,” tukas Iwan Gustiawan.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply