Masjid yang Juga Cagar Budaya di Loteng

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muh Amin didampingi Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT saat peletakan batu pertama  pembangunan Masjid Jamiq  Guru Bangkul, Praya, Lombok Tengah.(foto: dok Humas NTB)LOTENG, Lomboktoday.co.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muh Amin didampingi Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT meletakkan batu pertama  pembangunan Masjid Jamiq  Guru Bangkul, Praya, Lombok Tengah (Loteng).

Ketua panitia pembangunan Masjid Jamiq Praya, Ruslan Turmuzi yang juga anggota DPRD NTB Dapil Lombok Tengah  menyampaikan bahwa masjid ini didisain 3 lantai dengan luas bangunan 40 x 40 m2 yang berdiri di atas tanah seluas  4.500 m2 yang meliputi tanah wakaf masjid jamiq, Jalan Guru Bangkol, dan Eks SD 22 Praya dan sekitarnya yang berada di sebelah timur.

Perluasan masjid ini berkat dukungan Bupati Lombok Tengah yang berkenan menghibahkan aset milik Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kepada Masjid Jamiq Praya.

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT berharap  di samping masjid pertama yang memiliki nilai sejarah  sebagai cagar budaya harus dilestarikan dan dijaga,  di masjid jamiq juga  kelak menjadi pancaran bias sinar (contoh) bagaimana pengelolaan dan penataan masjid  di seluruh masjid di Lombok Tngah untuk menumbuhkan semangat keluarga Islam guna  memakmurkan masjid.

Suhaili juga menyampaikan Lombok Tengah sebagai daerah pariwisata yang kelak akan dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara   harus memiliki imunitas. Karena itu, salah satu cara mempertahankan  ketahanan iman dan moral adalah keberadaan masjid sebagai sarana tempat beribadah kepada Allah SWT.

Dia juga berkomitmen  sebagai pemerintah maupun  sebagai pribadi akan terus mengawal proses pembangunan  masjid jamiq ini.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muh Amin menyampaikan komitmennya sebagai pemerintah  akan  mengawal dan membantu proses pembangunan Masjid Jamiq, Praya, Lombok Tengah ini.

Sebagai daerah pariwisata keberadaan masjid jamiq bisa menjadi destinasi unggulan Lombok Tengah, yaitu wisata  religi karena memiliki nilai sejarah masa lalu yang luar biasa  sehingga walaupun ada pemugaran  tidak mengurangi nilai sejarahnya.

“Harus ada bagian-bagian yang dipertahankan sehingga kelak nantinya sebagai pusat peradaban Islam  dapat diakses oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal,” ujar Wagub.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply