Warga Rusak Lokasi Pengajian yang Diduga Beraliran Sesat

Dua orang aparat kepolisian sedang berada di lokasi perusakan tempat ibadah yang diduga dijadikan tempat untuk mengajarkan aliran sesat.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

Dua orang aparat kepolisian sedang berada di lokasi perusakan tempat ibadah yang diduga dijadikan tempat untuk mengajarkan aliran sesat.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Warga Dusun Gelumpang, Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat melakukan aksi perusakan secara spontan tempat pengajian Sahril Asikin yang diduga mengajarkan aliran sesat yang menyimpang dari agama Islam, Selasa malam (20/9) sekitar pukul 20.30 Wita. Hal ini menyebabkan tempat pengajian itu habis  porak-poranda sedangkan guru yang mengajarkan aliran itu langsung menghilang.

Kini kasusnya sudah ditangani oleh aparat kepolisian guna proses hukum lebih lanjut, termasuk meminta kepada warga untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

Informasi yang berhasil Lomboktoday.co.id kasus itu bermula dari adanya kegelisahan warga mengenai ajaran yang diajarkan. Padahal, sebelumnya telah diperingatkan untuk tidak lagi memberikan ajaran tersebut. Sayangnya, hal itu tidak diindahkan.

Warga pun beramai-ramai mendatangi tempat yang selama ini dijadikan lokasi mengajarkan aliran tersebut kepada jamaahnya. Mereka kemudian mendobrak pintu rumah yang berukuran 5×3 meter tersebut, mengobrak abrik seluruh isi rumah itu sampai berantakan.

Selain itu, warga juga mencari guru yang diduga mengajarkan aliran tersebut, akan tetapi tidak berhasil karena telah melarikan diri begitu tahu warga datang ke tempat pengajiannya.

Tidak berapa lama Kades Rumbuk Timur bersama Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa setempat datang meredam warga agar tidak main hakim sendiri.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kades dan aparat penegak hukum, kemudian massa membubarkan diri dengan kembali ke rumah masing-masing setelah diberikan arahan.

Kapolres Lotim AKBP Wingky Adithyo Kusumo melalui Kapolsek Sakra AKP H Munawar Qomar saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan mengenai masalah aksi perusakan rumah tempat ibadah yang diduga sebagai tempat melaksanakan ajaran sesat.

“Kami belum memastikan apakah yang diajaran yang diajarkan oleh korban itu sesat karena yang bersangkutan hingga saat ini hilang entah saat kejadian,” terang Munawar Qomar.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply