KUA Sakra: Ajaran Sahril Asikin Sesat

 Kegiatan penyelesaian kasus ajaran sesat yang dilakukan Ustaz Sahril Asikin di Kantor Camat Sakra dengan dihadiri Kepala KUA Sakra H Lalu Multazam, unsur Muspika Kecamatan Sakra, Toga, Toma, Toda Desa Rumbuk Timur.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)


Kegiatan penyelesaian kasus ajaran sesat yang dilakukan Ustaz Sahril Asikin di Kantor Camat Sakra dengan dihadiri Kepala KUA Sakra H Lalu Multazam, unsur Muspika Kecamatan Sakra, Toga, Toma, Toda Desa Rumbuk Timur.(foto: SR/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sakra H Lalu Multazam menegaskan kalau ajaran yang dilakukan Ustaz Sahrin Asikin sesat. Warga Gubuk Gelumpang, Desa Rumbuk Timur, Lombok Timur mengajarkan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah Rasullah SAW.

“Setelah kami turun di lapangan untuk melakukan investigasi mengenai ajaran Sahril itu tidak sesuai dengan tuntutan agama Islam dan terjadi penyimpangan,” tegas Multazam di Kantor Camat Sakra, Rabu (28/9).

Pihaknya tidak ingin mendengar secara sepihak mengenai masalah ajaran Sahril ini guna mengetahui akar masalah yang sesungguhnya dengan tujuan agar tidak ada fitnah di dalamnya termasuk bertemu dengan pengikutnya. Apalagi dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah sangat jelas mengenai kriteria ajaran yang bertentangan dengan agama Islam. Dan apa yang dilakukan Ustaz Sahril Asikin ini sangat menyimpang.

“Sahril mengajarkan berwudlu dengan terlebih dahulu dari kiri, mengucapkan salam dengan ada tambahannya, mendapatkan bisikan dari Syeikh Abdul Kadir Jaelani, dan bisa mengantarkan jamaahnya menuju surga,” kata Multazam seraya mengatakan dalam ajaran Islam itu harus berwudhu dengan dimulai dari kanan semuanya.

Kepala KUA Sakra meminta kepada guru yang mengajarkan aliran sesat itu hendaknya segera bertaubat bersama pengikutnya, kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya yang bersumber pada Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Kalau masalah ini tidak segera diselesaikan akan membias menjadi besar lagi dan dikhawatirkan akan banyak pengikutnya nantinya,” tandas Multazam.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply