NTB-RRT Tingkatkan Kerjasama Investasi

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menjalin kerjasama investasi dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Forum Kerjasama Investasi Daerah Provinsi NTB dan Seminar Promosi Investasi Wilayah Konsulat Jenderal (Konjen) RRT di Denpasar yang digelar di Hotel Santika Mataram, Kamis (06/10), setidaknya sebagai implementasi dari program tersebut.

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat membuka Forum Kerjasama Investasi Daerah Provinsi NTB dan Seminar Promosi Investasi Wilayah Konjen RRT di Denpasar, di Hotel Santika, Kamis (06/10).

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat membuka Forum Kerjasama Investasi Daerah Provinsi NTB dan Seminar Promosi Investasi Wilayah Konjen RRT di Denpasar, di Hotel Santika, Kamis (06/10).

‘’Forum ini adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya dalam upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Pemerintah RRT dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTB,’’ kata Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat membuka Forum Kerjasama Investasi Daerah Provinsi NTB dan Seminar Promosi Investasi Wilayah Konjen RRT di Denpasar, di Hotel Santika, Kamis (06/10).

Pada kesempatan itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi juga menyampaikan, Provinsi NTB memiliki tiga kawasan yang sedang dikembangkan, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, KEK Samota (Saleh, Moyo, dan Tambora), dan Global Hub di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sedangkan untuk pendekatan bidang, Provinsi NTB akan terus mengembangkan bidang pariwisata, agrikultur, pertambangan dan bidang jasa.

Hadir pada kesempatan itu, Konjen RRT Hu Yin Quan, Atase Wang Li Ping, Kadin Pengusaha RRT di Indonesia Zhang Min, Kepala BKPM RI Dr Indra Darmawan, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Mori Hanafi, dan 40 wakil dari 20 perusahaan yang terdiri dari berbagai bidang dan termasuk perusahaan yang unggul tidak hanya di Tiongkok, tapi juga di seluruh dunia.

Konjen RRT Hu Yin Quan melaporkan, Pemerintah RRT dan Pemerintah Indonesia sedang memasuki hubungan masa emas, tidak hanya kalangan pemerintah tapi juga rakyat. Hal ini ditunjukkan belum lama ini, Presiden Jokowi hadir pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Tiongkok untuk memperluas kerjasama strategis dan membangun poros maritim dunia. Ia juga mengatakan, saat ini Pemerintah Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk merintis jalur pariwisata baru ke Provinsi NTB.

Hu Yin Quan berharap melalui acara hari ini dapat menjadi wadah untuk saling mengenal dan memahami, yang nantinya semakin meningkatkan peluang kerjasama atau antara Pemerintah RRT dengan tiga Provinsi di Indonesia, yaitu Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Ketiga provinsi ini adalah lokasi yang strategis, karena dapat menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

Sepanjang tahun 2016, kerjasama ekonomi meningkat dengan pesat, dapat dilihat sejak Januari sampai Juli 2016, Investasi dari RRT di Indonesia lebih dari $ 1 miliar, naik 534%. Berdasarkan data statistik BKPM RI, Investasi langsung dari RRT pada tahun 2015 menduduki peringkat 10, sedangkan pada masa Januari-Juli tahun 2016 Investasi dari RRT menduduki peringkat 4.

Sementara itu, Ketua Kadin Pengusaha RRT di Indonesia Zhang Min dalam sambutannya menjelaskan, Kadin Pengusaha RRT di Indonesia adalah lembaga non profit yang menaungi perusahaan-perusahaan terbaik dari Tiongkok dan termasuk nomor 500 di dunia perusahaan, baik BUMN maupun non BUMN. Menurut data statistik, jumlah perusahaan dari Tiongkok yang investasi di Indonesia sebanyak 1000.

‘’Beberapa tahun ini, kerjasama antara Pemerintah Tiongkok dengan Pemerintah Indonesia berkembang pesat. Saat ini, Tiongkok menjadi mitra perdagangan terbesar di Indonesia dan menjadi Negara yang menanamkan modal terbesar nomor 4 di Indonesia,’’ ujarnya.

Atase Perdagangan Kedutaan pengusaha RRT Wang Li Ping menyampaikan, ada satu fenomena bahwa megaproyek seringkali ada di Jakarta. Oleh karena itu, acara ini diselenggarakan untuk memperbaiki fenomena tersebut. ‘’Kali ini, Kadin RRT membawa 20 perusahaan dari Tiongkok. Saya harap tahun depan Kadin dapat membawa lebih banyak pengusaha RRT untuk berinvestasi di Indonesia terutama di NTB,’’ harapnya.

Kepala BKPM RI, Dr Indra Darmawan menjelaskan, potensi besar yang dimiliki oleh Provinsi NTB untuk meraih banyak investor dari Tiongkok. ‘’Investor Tiongkok bisa menanamkan modalnya di pulau terluar Indonesia sebesar $ 600 juta, maka di NTB yang memiliki infrastruktur baik, pemerintah lokal sangat mendukung, dan pemandangan yang indah bayangkan apa yang bisa dicapai oleh Provinsi NTB dengan investasi dari Tiongkok,’’ jelasnya.

Hal ini ditambah dengan hubungan yang sangat baik dilihat dari konglomerat Tiongkok pemilik Ali Baba yang diangkat menjadi penasihat oleh Presiden Joko Widodo untuk pengembangan e-Commerce.(ar/wan/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply