Kejari Selong Terkesan Tertutup

‘’Terkait Kasus SDN 7 Terara’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pihak Kejaksaan Negeri Selong terkesan menutup diri terhadap kasus proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri Selong (SDN) 7 Terara, Lombok Timur, yang ditangani oleh Pidana Khusus Kejari setempat. Apalagi kasusnya sudah sampai pada tahap penyidikan, karena ditemukan adanya dugaan kerugian negara yang mencapai ratusan juga rupiah.

Padahal, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Selong, Iwan Gustiawan sebelumnya selalu terbuka terhadap media dalam memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut. Namun belakang ini, justeru jarang bisa ditemui, sehingga ini mengundang pertanyaan dari kalangan media maupun masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id di lapangan menyebutkan, pihak yang diduga terlibat dalam kasus SDN 7 Terara tersebut yakni oknum Wakil Ketua DPRD Lotim, H Ridwan Bajery, Mantan Plt Kepala Unit Dikpora Kecamatan Terara, H Sabarudin dan oknum pejabat Dikpora Lotim.

‘’Dalam kasus SDN 7 Terara ini memang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, karena masih mengumpulkan bukti-bukti,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Selong, Iwan Gustiawan singkat sembari mengatakan bila pihaknya sudah melaksanakan proses hukum sesuai aturan.

Kepala Kejari Selong, Tri Cipto Hananta menegaskan, meski kasus SDN 7 Terara sudah pada tahap penyidikan, namun belum bisa menetapkan tersangkanya, lantaran belum memiliki dua alat bukti yang cukup.

Selain itu, pihaknya juga tidak ada kepentingan dalam kasus ini, karena pihaknya melakukan secara profesional sesuai aturan yang ada. Apalagi adanya oknum anggota dewan di dalamnya, sama sekali tidak ada kepentingan politik.

‘’Kami sangat berhati-hati menetapkan orang menjadi tersangka, karena ini menyangkut masalah hokum. Kalau sudah ada dua alat bukti yang cukup, maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menetapkan tersangkanya,’’ kata Cipto Hananta.

Sementara itu, pengamat politik Lotim, Mansur mempertanyakan kinerja Kejari Selong yang sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus proyek pembangunan SDN 7 Terara tersebut. Apalagi statusnya sudah pada tingkat penyidikan.

‘’Idealnya, kalau sudah pada tahap penyidikan, maka sudah ada tersangkanya. Ini yang menjadi pertanyaan kami kenapa belum ada tersangkanya,’’ kata Mansur.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply