Tiga Pejuang Tanah Adat Divonis Bersalah

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Tiga pejuang tanah ada Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, yakni Aq Wir, Aq Nanda dan Aq Nopi akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Selong, dalam sidang yang digelar di PN setempat, Selasa (11/10).

SIDANG: Suasana sidang putusan tiga pejuang tanah adat di PN Selong, Selasa (11/10). (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

SIDANG: Suasana sidang putusan tiga pejuang tanah adat di PN Selong, Selasa (11/10). (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Dimana, Aq Wir dikenai hukuman penjara 1 tahun 5 bulan, sedangkan Aq Nanda dan Aq Nopi dikenai hukuman 1 tahun enam bulan dan subsider 6 bulan.

Sidang putusan pejuang tanah adat tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Terlebih lagi dengan adanya massa Jurang Koak yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PN Selong.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Anton Budi Santoso dan hakim anggota masing-masing, Yacabus Manu dan Erni Driliawati. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) yakni Nurul Suhada dan penasehat hukum (PH), Wahyudin Lukman.

Setelah pembacaan putusan tersebut, para terdakwa tertunduk lesu dengan vonis majelis hakim yang dinilai sangat berat. Tapi, para terdakwa masih berpikir-pikir untuk menyampaikan keberatan dan banding atas putusan tersebut.

Namun, para pejuang tanah adat yang melakukan aksi tidak terima atas putusan tersebut, karena dianggap tidak bersalah. Apalagi dalam kasus ini merupakan kasus perdata dan bukan pidana. ‘’Kami tidak terima putusan yang terlalu berat ini, sehingga kami akan berembuk untuk menyikapi putusan ini apakah akan banding atau menerimanya,’’ kata anggota pejuang tanah adat Jurang Koak, Aq Wardana.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply