Warga Jurang Koak Kepung PN Selong

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Setelah menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri Selong, kantor Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), dan DPRD Lotim, pada Senin kemarin (10/10). Hari ini, Selasa (11/10), ratusan warga Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTB, kembali melakukan aksi demonstrasi mengepung kantor Pengadilan Negeri (PN) Selong.

DEMO: Ratusan Warga Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lotim, melakukan aksi demonstrasi ke kantor PN Selong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

DEMO: Ratusan Warga Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lotim, melakukan aksi demonstrasi ke kantor PN Selong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Kedatangan warga Jurang Koak itu tak lain untuk agar tiga pejuang tanah adat dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah. Termasuk meminta pihak PN Selong untuk memvonis bebas warganya demi tegaknya keadilan terhadap rakyat kecil. Aksi yang dilakukan massa ini juga mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Bahkan jalan jurusan simpang empat BRI Selong menuju simpang empat rumah sakit ditutup total oleh petugas.

Karena massa melakukan aksi duduk sambil berdoa di depan kantor PN Selong. Apalagi hari ini, merupakan hari putusan ketiga warga itu oleh PN Selong terhadap kasus yang disangkakan kepadanya. Padahal, apa yang dilakukan warganya itu tak lain untuk memperjuangkan haknya yang diambil oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). ‘’Kami minta agar mejelis hakim membebaskan ketiga warga kami, karena mereka tidak bersalah dalam persoalan ini. Apalagi masalahnya adalah perdata, bukan pidana,’’ teriak warga dari depan kantor PN Selong.

Massa juga tetap menyuarakan aspirasinya sambil meminta kepada aparat penegak hukum untuk diberikan masuk menyaksikan sidang putusan tersebut. Namun, pihak PN Selong hanya memberikan beberapa perwakilan saja yang bisa menyaksikan putusan tersebut demi menyangkut keamanan. ‘’Kami persilakan perwakilan saja yang bisa menyaksikan sidang. Sedangkan yang lain tetap berada di luar dengan tertib,’’ kata Kabag Ops Polres Lotim, M Hutagalung kepada koordinator aksi.

Setelah melakukan negosiasi, sekitar belasan orang diberikan menyaksikan sidang putusan tersebut dengan tetap mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Dan setelah pihak PN Selong memberikan keputusan terhadap warga Jurang Koak tersebut, ratusan warga itu pun membubarkan diri.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply