Mantan Kanit Dikpora Terara Lapor Kejaksaan

‘’Terkait Pengerjaan SDN 7 Terara Yang Dilanjutkan’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Mantan Kepala Unit (Kanit) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Terara, H Sabarudin yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN 7 Terara melapor ke Kejaksaan Negeri Selong terkait adanya pengerjaan proyek di SDN 7 Terara berupa pembangunan pagar dan pintu gerbang serta penataan sekolah tersebut.

Mantan Kepala Unit Dikpora Kecamatan Terara, H Sabarudin. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Mantan Kepala Unit Dikpora Kecamatan Terara, H Sabarudin. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Sabarudin mendapatkan informasi terhadap pembangunan proyek itu dari Kepala SDN 7 Terara, Marsoan, dan mempertanyakan dari mana asal dana untuk proyek itu dan siapa yang mengerjakannya. ‘’Begitu mendapatkan informasi dari kepala sekolah, saya langsung melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Selong,’’ kata Mantan Kanit Dikpora Terara, H Sabarudin kepada Lomboktoday.co.id, di Selong, Rabu (12/10).

Sabarudin mengatakan, meski dirinya sudah memberikan laporan kepada kejaksaan, tapi tidak ada respon untuk menindaklanjutinya. Melainkan hanya diam tanpa memberikan saran dan masukan atas laporan yang disampaikannya.

Sementara di sisi lain, SDN 7 Terara tersebut sampai saat ini masih sedang dalam proses hukum. Jadi, apabila sedang diproses, tentu tidak boleh dilanjutkan pengerjaannya sampai adanya pemberian ijin dari kejaksaan. ‘’Kalau saya lihat, mungkin ada oknum-oknum yang mencoba ingin membersihkan diri dari kesalahan yang telah diperbuatnya. Saya juga memberitahukan kepada Kepala SDN 7 Terara kalau tidak mengetahui siapa yang mengerjakan dan dananya dari mana,’’ ungkapnya.

Sabarudin lebih jauh mempertanyakan mengenai kelanjutan kasus proyek SDN 7 Terara yang ditangani oleh pihak Kejari Selong tersebut. Karena, sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan dan hanya jalan di tempat saja. Apalagi ia selaku pelapor, tentunya berhak mempertanyakan perkembangan kasus proyek SDN 7 Terara tersebut sudah sejauhmana penanganannya. Karena dugaan pelanggaran hukum, juga sudah jelas.

‘’Kenapa kasus proyek SDN 7 Terara ini hilang kabar beritanya, ini yang menjadi pertanyaan saya terhadap pihak Kejari Selong yang menangani kasus tersebut,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Selong, Jeffry Lakopesy maupun Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Selong, Iwan Gustiawan sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah perkembangan kasus proyek pembangunan SDN 7 Terara tersebut. Menurut informasi dari stafnya, yang bersangkutan sedang berada di luar kantor.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply