Pemkab Loteng Sosialisasikan Dam Mujur

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung pelaksanaan pembangunan Dam Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Loteng. Terbukti pada hari ini, Rabu (12/10), Pemkab Loteng menggelar kegiatan sosialisasi Pembangunan Dam Mujur serangkaian memperingati Hari Jadi Loteng ke-71 tahun 2016 di Yayasan Darul Ihsan, Dusun Lelong, Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah.

Wakil Bupati Loteng, L Pathul Bahri saat mensosialisasikan masalah pembangunan Dam Mujur di Yayasan Darul Ihsan, Dusun Lelong, Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

SOSIALISASI: Wakil Bupati Loteng, L Pathul Bahri saat mensosialisasikan masalah pembangunan Dam Mujur di Yayasan Darul Ihsan, Dusun Lelong, Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Loteng, L Pathul Bahri dan sejumlah masyarakat yang tanahnya terkena dampak pembangunan Dam Mujur. ‘’Kami atas nama pelayan masyarakat datang ke sini untuk berkoordinasi dan mencarikan alternatif serta solusi terhadap persoalan pembangunan Dam Mujur ini,’’ kata Pathul Bahri.

Pemerintah daerah dalam melakukan pembebasan tanah, juga tidak akan pernah merugikan masyarakat, seperti halnya ganti rugi dalam pembebasan pembangunan jalan jalur dua PLN menuju bypass. Tapi, semua itu butuh proses. Dan yang akan menentukan masalah harga, nanti akan dilakukan oleh tim appraisal sesuai aturan yang ada. ‘’Kalau sudah selesai proses amdal dan study larap, baru tim appraisal akan turun untuk menentukan harga tanah saudara dan lainya,’’ ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari masyarakat untuk proses study larap pembangunan Dam Mujur ini. Semua pemerintah di Indonesia ini, juga tidak pernah akan menyengsarakan rakyatnya. Dan tujuan dari study larap tersebut adalah untuk melakukan pendataan. Sehingga jelas berapa anggaran yang harus disiapakn oleh pemerintah guna pembebasan tanah pembanguan Dam Mujur tersebut. ‘’Jagan sampai ada pihak ketiga yang membisiki masyarakat nanti. Itulah tujuan kita duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini,’’ ujarnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan warga, Abdullah mengatakan, masyarakat khususnya di Dusun Lelong ini tidak pernah melawan pemerintah. Cuma saja masyarakat hanya menuntut tiga persoalan, yakni; kemana harus direlokasi, berapa harga ganti rugi yang akan diberikan, serta siapa yang akan bertanggungjawab. ‘’Hanya tiga pertayaan itu yang menjadi persoalan bagi masyarakat. Kalau itu sudah terpenuhi, Insya Allah masyarakat akan tenang,’’ katanya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply