Gubernur NTB Ajak Masyarakat Pelihara Hutan Lindung

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Komitmen Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi terhadap maraknya pembalakan liar atau illegal logging di daerah NTB mendapatkan perhatian serius. Pasalnya, bersama Komandan Korem (Danrem), Kapolda NTB, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, serta didampingi Sekda NTB, H Rosiadi Sayuti, dan Kepala Dinas Kehutanan NTB, menggelar inspeksi mendadak (Sidak). Sidak itu diawali dari Kodim Lobar, untuk melihat dari dekat hasil sitaan sebanyak 28 truk kayu illegal logging yang terkena razia di beberapa wilayah di NTB. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kesiapsiagaan aparatur kehutanan di UPT Kesatun Pengolahan Hutan Lindung di Kelurahan Sayang-sayang.

SIDAK: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi bersama rombongan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke hutan lindung di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. (Foto: Humas NTB for Lomboktoday.co.id)

SIDAK: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi bersama rombongan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke hutan lindung di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. (Foto: Humas NTB for Lomboktoday.co.id)

Kepada petugas, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi minta untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian hutan, karena kelestarian hutan lindung sangat tergantung peran masyarakat yang berdomisili di sekitarnya. ‘’Dan kita, aparatur pemerintah bersama-sama memberantas pembalakan liar, sama seperti narkoba dan terorisme,’’ kata Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Karena, lanjutnya, hutan memiliki beribu manfaat bagi kelangsungan hidup kita di masa kini dan masa yang akan datang. ‘’Kalian semua sebagi petugas untuk tidak ragu-ragu dalam menindak setiap oknum yang ingin menjarah kayu di hutan kita, karena kita melaksanakan tugas tersebut berdasarkan undang-undang,’’ ungkapnya.

Kemudian Gubernur dan rombongan langsung menuju ke lokasi hutan di Desa Setiling, Kecamatan Batuklian Utara, Lombok Tengah, sekaligus meninjau lokasi yang sering dijadikan rute oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk pembalakan kayu.

Gubernur mengatakan, pembalakan liar dilakukan di dalam area hutan lindung. Hal tersebut berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan struktur tanah. ‘’Kami tidak ingin akibat pembalakan liar ini berbuah bencana longsor. Harus ada pelajaran dari beberapa kasus bencana di daerah lain,’’ ujarnya.

Orang nomor satu di NTB itu meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang tersedia untuk melapor secara cepat bilamana ada gerakan atau tindakan yang mencurigakan agar dapat diproses secepat mungkin. Lebih baik mencegah dari pada terlanjur.

Selanjutnya sebagai bentuk pemerintah berpihak kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan, diberikan hak untuk menanam jenis komoditi yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga, asalkan pohon-pohon yang telah tumbuh dan berkembang tidak ditebang. Dengan demikian, ada keseimbangan antara kelestarian hutan dan kemanfaatan bagi masyarakat.(is/ar/bul/wan/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply