Sumur Bor Bantuan Pemerintah Mangkrak

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sumur bor bantuan dari Dinas Pertambangan dan ESDM Provinsi NTB mangkrak, lantaran tidak bisa difungsikan. Seperti sumur bor yang ada di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Dusun Jelok Buso, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Padahal anggaran untuk pembuatan sumur bor tersebut mencapai ratusan miliar rupiah. Sehingga hal ini menjadi permasalahan bagi masyarakat yang memperoleh bantuan sumur bor tersebut.

MANGKRAK: Salah satu sumur bor yang dibangun dari bantuan pemerintah mangkrak karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Desa Pemongkong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

MANGKRAK: Salah satu sumur bor yang dibangun dari bantuan pemerintah mangkrak karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Desa Pemongkong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Sumur bor ini memang bantuan pemerintah, tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Ini yang kami tidak habis pikir,’’ kata salah seorang pengasuh Ponpes di Desa Pemongkong, H Nur Azmi kepada  Lomboktoday.co.id, di kediamannya di Dusun Jelok Buso, Selasa (18/10).

Ponpes yang ia pimpin ini, kata H Nur Azmi, diakuinya memang telah memperoleh bantuan sumur bor. Tapi, bukan pihaknya yang mengerjakan, melainkan ada pihak kontraktor yang ditunjuk untuk membuat sumur bor sampai bisa digunakan. Adapun sumur bor itu baru ada airnya apabila mencapai kedalaman 60 meter. Tapi, begitu selesai pengerjaan proyek tersebut, hanya bisa digunakan sekali saja. Setelah itu, sumur bor tersebut tidak bisa dipakai lagi. ‘’Memang dari pihak yang mengerjakan itu rencananya mau datang untuk melihat sumur bor, tapi sampai saat ini belum juga muncul,’’ ungkapnya.

Pengasuh Ponpes ini meminta lebih baik diberikan mobil tangki pengangkut air saja ketimbangan dibuatkan sumur bor yang pemanfaatannya tidak bisa difungsikan dengan baik. ‘’Lebih efektif kalau diberikan mobil tangki saja, karena jauh lebih besar manfaatnya ketimbang pembuatan sumur bor yang anggarannya ratusan juta untuk satu sumur bor, tapi tidak bisa dimanfaatkan. Kalau saja bisa dimanfaatkan, tentu masyarakat sekitar juga akan bisa mengambil air di sini. Tapi, kita juga membeli air dengan menggunakan mobil tangki,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Pemongkong, Ali Kurniawan. Ali Kurniawan tidak menampik kalau banyak sumur bor bantuan pemerintah yang tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik. Karena, ada yang sudah rusak dan tidak bisa difungsikan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. ‘’Sumur bor yang ada, banyak yang rusak dan tidak sebanding jumlahnya dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di Desa Pemongkong ini,’’ kata Ali Kurniawan.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply