Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak Akibat Ketimpangan Gender

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Sebagai rangkaian kegiatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar seminar perlindungan sosial korban tindak kekerasan.

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin (tengah) disela-sela acara seminar perlindungan sosial korban tindak kekerasan di Hotel Aston Inn Mataram, Rabu(19/10).

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin (tengah) disela-sela acara seminar perlindungan sosial korban tindak kekerasan di Hotel Aston Inn Mataram, Rabu(19/10).

Acara yang berlangsung di Hotel Aston Inn Mataram, Rabu(19/10), dihadiri 125 orang, terdiri dari perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi.

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin saat membuka acara menyampaikan, seringnya terjadi tindak kekerasan yang menimpa kaum perempuan dan anak-anak. Menurut Wagub, kasus tersebut terjadi karena masih adanya ketimpangan gender di tengah-tengah masyarakat.

‘’Pemahaman tentang kesetaraan gender ini yang harus diluruskan. Ketimpangan gender harus dikikis. Dalam fungsi sosial, posisi perempuan dan laki-laki adalah sejajar, seharusnya saling melengkapi. Tapi, kaum perempuan masih saja menjadi korban diskriminasi dan eksploitasi. Seperti korban perdagangan manusia,’’ kata Wagub NTB, H Muh Amin.

Padahal, menurut Wagub, bila melihat perjuangan dan perannya, wanita sepatutnya dimuliakan, terlebih dalam agama. ‘’Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu,’’ ungkapnya.

Karena itu, melalui kegiatan ini Wagub menghimbau agar berbagai elemen masyarakat turut terlibat aktif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencegah tindak kekerasan maupun upaya yang harus dilakukan dalam menangani korban kekerasan terhadap wanita dan anak.

‘’Aktifkan kembali peran lembaga dan organisasi keagaaman, seperti forum remaja masjid, serta berbagai organisasi lintas sektor lainnya, sebagai upaya preventif terhadap tindak kekerasan. Mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati,’’ ujarnya.

Sementarra dalam laporan Ketua Panitia, H Ahsanul Khalik yang juga Kepala Dinsosdukcapil NTB menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mensinergikan kebijakan pemerintah provinsi dengan stakeholder di kabupaten/kota serta organisasi sosial di NTB, agar tahu bagaimana dan cara apa yang harus diambil untuk menangani korban tindak kekerasan.

Disamping itu, diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberi pemahaman kepada masyarakat, untuk bisa lebih membuka diri atas masalah yang dialami dalam rumah tangga, khususnya bagi anak, perempuan dan pekerja migran di NTB.(ar/wan/bul/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply