DKP Lotim Beberkan Oknum Pungli Bantuan

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur membeberkan dugaan terjadinya pungutan liar (Pungli) dalam penerimaan bantuan bagi para kelompok nelayan yang ada di wilayah Lotim Selatan. Bahkan tidak hanya itu, pihak DKP Lotim juga menyebutkan oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, sehingga hal ini harus ditindakan tegas.

HEARING: Kegiatan hearing di DPRD Lotim antara DKP Lotim dan pihak SMS mengenai dugaan pungli atas penerimaan bantuan mesin bagi para kelompok nelayan di wilayah Lotim Selatan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

HEARING: Kegiatan hearing di DPRD Lotim antara DKP Lotim dan pihak SMS mengenai dugaan pungli atas penerimaan bantuan mesin bagi para kelompok nelayan di wilayah Lotim Selatan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Memang, berdasarkan hasil investigasi dan turun lapangan terhadap para kelompok nelayan yang memperoleh bantuan, kami temukan adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab. Kami kaget saat mengetahui adanya pungli di balik penerimaan bantuan itu,’’ kata Kepala Bidang Alat Tangkap DKP Lotim, Sapri disela-sela hearing antara DKP, DPRD Lotim dan Serikat Masyarakat Selatan (SMS) bersama masyarakat nelayan, di kantor DPRD Lotim, Kamis (20/10).

Sapri menjelaskan, oknum yang melakukan pungli terhadap para kelompok nelayan yang memperoleh bantuan itu, mereka tidak main-main meminta kepada nelayan yang mendapatkan bantuan untuk memberikan sejumlah uang berkisar antara Rp6 juta -Rp19 juta per kelompok. Karena kalau tidak diberikan sejumlah uang itu, maka kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan tidak akan memperoleh bantuan berupa mesin yang digunakan oleh nelayan, sebanyak 31 unit yang merupakan sisa anggaran tahun 2015 lalu.

‘’Dari tujuh kelompok nelayan yang kami temui, memang mereka mengakui kalau ada pungutan sejumlah uang agar mendapatkan bantuan itu. Yang jelas, dari DKP sendiri tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu,’’ ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua SMS Lotim, Sayadi. Ia menyayangkan adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ini untuk memperkaya diri sendiri.

Adapun mengenai oknum-oknum yang diduga lakukan pungli itu sudah ada datanya, bahkan besaran uang mereka terima pun sudah ketahui dari para nelayan yang merasa dirugikan. ‘’Masak rakyat miskin terus diperas oleh oknum tidak bertanggungjawab itu. Ini perbuatan yang melanggar hokum. Dan kami akan laporkan kasus ini ke aparat penegak hukum, karena ada unsur pidananya,’’ ungkapnya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply