Polres Loteng Ungkap 19 Kasus Narkoba

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Maraknya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, membuat Satuan Resnarkoba Polres Loteng harus tancap gas dalam mengejar para pelaku. Hingga Oktober 2016 ini, polisi sudah berhasil mengungkap kasus narkoba sebanyak 19 kasus dengan jumlah tersangka 23 orang. Angka ini memang terjadi peningkatan bila dibandingkan dengan pengungkapan tahun 2015 lalu.

‘’Sesuai data yang ada, jumlah kasus narkoba tahun 2014 itu 15 kasus dengan jumlah tersangka 16 orang. Sedangkan jumlah kasus narkoba tahun 2015 itu 21 kasus dengan jumlah tersangka 24 orang. Dan jumlah kasus narkoba hingga Oktober 2016 ini 19 kasus dengan jumlah tersangka 23 orang,’’ kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Nurodin melalui Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Ery Armunanto kepada wartawan, di kantornya, Kamis (20/10).

Meski angka pengungkapan kasus narkoba hingga Oktober 2016 ini mencapai 19 kasus, bukan berarti indikasi peredaran narkoba di wilayah Lombok Tengah ini terbilang tinggi. Mengingat sebagian kasus yang terungkap merupakan hasil pengembangan dari pelaku sudah ketangkap terlebih dahulu. Jumlah barang bukti (BB) yang ditemukan juga relatif kecil, karena belum ada yang mencapai 1 on ke atas.

Meski begitu, pihaknnya akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Loteng ini. ‘’Dari 19 kasus narkotika yang sudah diungkap, baru 15 kasus yang sudah berkasnya P21. Sisanya masih dalam proses ,’’ ungkapnya.

Sesuai hasil pengembangan terhadap kasus narkotika yang sudah terungkap, rata-rata peredaran narkoba di wilayah Loteng itu cenderung ke wilayah Kecamatan Praya, Pujut, Praya Timur atau Loteng bagian Selatan. Sehinga pihaknya juga akan terus berupaya untuk mensosialisasikan ke masyarakatan untuk secara bersama-sama dalam memberantas barang haram ini.

‘’Hukuman yang diputuskan oleh pengadilan terhadap pelaku kasus narkoba ini cukup bagus. Dimana, rata-rata hukuman yang diberikan itu di atas 1 tahun penjara. Kami juga berharap adanya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) terbentuk di wilayah Lombok Tengah, mengingat jumlah kasus narkoba di daerah ini masih saja terjadi,’’ jelasnya.

Karena, dengan adanya BNNK tersebut, setidaknya bisa lebih memudahkan pihaknya untuk berkoordinasi dalam proses penanganan kasus narkoba yang terjadi di daerah ini.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply