2017, DBHCHT Diharapkan Naik Jadi Rp60 M

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memberikan bantuan kepada petani tembakau sebesar Rp1,2 juta per hektarnya. Pada tahun 2016 ini, Lombok Timur mendapatkan bagian dari DBHCHT itu sebesar Rp17,4 miliar. Dana tersebut sebagai bentuk partisifasi pemerintah pusat kepada daerah-daerah (NTB) yang menghasilkan bahan penunjang produksi rokok yaitu tembakau.

Batang rokok penghasil cukai. (Foto: Ist/Lomboktoday.co.id)

Batang rokok penghasil cukai. (Foto: Ist/Lomboktoday.co.id)

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lombok Timur, Lalu Sahabuddin mengakui bahwa pembagian dalam bentuk uang tunai kepada petani dianggap kurang efektif, karena cenderung kalau bantuan itu berupa uang akan rentan disalahgunakan ke tempat lain.

‘’Saya berharap kedepan dana DBHCHT itu tidak lagi dalam bentuk uang yang diberikan kepada petani tembakau, tapi akan sangat bermanfaat kalau bantuan itu diberikan dalam bentuk barang seperti pupuk atau obat-obatan yang ada hubungannya dengan budidaya tanaman tembakau,’’ kata L Sahabuddin kepada Lomboktoday.co.id, di Selong, Lotim, Jumat (21/10).

Karena itu, pihakny sudah bersurat ke Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, agar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu ditambah untuk tahun 2017 mendatang. ‘’Kami sudah bersurat ke Bapak Gubernur melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lombok Timur dengan surat kami No.19/APTI-LOTIM/X/2016 tentang permohonan penambahan dana DBHCHT dari Rp17,4 M ditahun 2016 ini menjadi Rp60 M pada tahun 2017 mendatang. Permintaan kami ini wajar, karena kita tahu Lombok Timur dikenal sebagai sentra produk daun tembakau yang terbesar di Lombok,’’ ungkapnya.

Bila Gubernur NTB menyetujui permohonannya ini, maka pengalokasiannya sudah jelas yaitu Rp40 M akan dibelanjakan untuk pembelian pupuk NPK yang akan dibagi-bagikan kepada petani tembakau, Rp10 M akan dialokasikan ke pembelian pupuk KNO3 dan Rp10 M akan dipakai untuk membeli Hand Tractor yang akan alokasikan untuk kelompok-kelompok tani tembakau. ‘’Jadi, di tahun 2017 ini kita coba agar DBHCHT itu tidak dibagi-bagi dalam bentuk uang tunai, tapi kita akan bagikan petani dalam bentuk barang,’’ ujarnya.(bul)

Kirim Komentar

Leave a Reply