Gerakan Sejuta Bibit Ikan Lepas 7.000 Bibit Bersama Santri

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Menyambut Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016, gerakan sejuta bibit ikan melakukan pelepasan 7.000 ekor bibit ikan di dua sungai di Dusun Plulan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Menariknya dalam pelepasan bibit ikan kali ini, diikuti para santri Pondok Pesantren Nurul Madinah Kuripan, Lombok Barat, pimpinan TGH Subki Sasaki.

Pimpinan Ponpes Nurul Madinah Kuripan, Lobar, TGH Subki Sasaki bersama Komunitas Wartawan Senior (Toak) dan Pegiat Komunikasi NTB dalam menyambut Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016, gerakan sejuta bibit ikan melakukan pelepasan 7.000 ekor bibit ikan di dua sungai di Dusun Plulan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Pimpinan Ponpes Nurul Madinah Kuripan, Lobar, TGH Subki Sasaki bersama Komunitas Wartawan Senior (Toak) dan Pegiat Komunikasi NTB dalam menyambut Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016, gerakan sejuta bibit ikan melakukan pelepasan 7.000 ekor bibit ikan di dua sungai di Dusun Plulan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Dalam kegiatan kemanusiaan ini, para santri sangat antusias melakukan pelepasan 7.000 bibit ikan yang masing-masing terdiri dari 5.000 ekor ikan nila dan 2.000 ekor lele. Dalam pelepasan ini, para santri juga memanjatkan doa agar ikan-ikan yang di tebar di sungai ini dapat hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Para santri juga meneriakan takbir dalam pelepasan bibit ikan ini sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh sang maha pencipta.

Pimpinan Ponpes Nurul Madinah Kuripan, Lobar, TGH Subki Sasaki bersama Nasruddin Zein saat melepas bibit ikan.

Pimpinan Ponpes Nurul Madinah Kuripan, Lobar, TGH Subki Sasaki bersama Nasruddin Zein saat melepas bibit ikan.

TGH Subki Sasaki, pimpinan Ponpes Nurul Madinah Kuripan, Lombok Barat mengatakan, kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia menyambut baik kegiatan ini dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang di gagas oleh Komunitas Wartawan Senior (Toak) dan Pegiat Komunikasi NTB.

Menurutnya, pelepasan bibit di sungai-sungai dan bendungan ini merupakan amal baik yang manfaatnya sangat besar bagi semua masyarakat. Karenannya, ia bersama para santri ikut serta dalam pelepasan bibit di dua sungai di wilayah Kuripan ini.

Dalam kesempatan itu, TGH Subki Sasaki juga menyampaikan, gerakan sejuta bibit ikan ini menjadi contoh yang positif bagi masyarakat, khususnya para santri di pondok pesantren (Ponpes). Hal ini menurutnya dapat mendorong para santri untuk lebih peduli pada lingkungan. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu alternatif dan bentuk pendidikan karakter bagi para santri.

Pelepasan bibit ikan pada Hari Santri Nasional dengan melibatkan para santri ini lanjut TGH Subki Sasaki, merupakan kegiatan yang tepat dalam menyambut Hari Santri Nasional. ‘’Hal ini tentunya memberikan inspirasi bagi kita dan para santri untuk dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dan bangsa ini, walaupun sederhana namun efeknya dan manfaatnya besar bagi masyarakat dan inilah yang disebut dari santri untuk negeri,’’ ujarnya.

Sementara itu, H Bochri Rachman bersama H Erpani Sayuti, koordinator gerakan sejuta bibit ikan mengatakan, pelepasan bibit ikan kali ini melibatkan para santri dan pondok pesantren, karena bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional.

Selain itu, menurut H Bochri Rachman, Komunitas Wartawan Senior dan Pegiat Komunikasi NTB melihat pondok pesantren dengan santrinya memiliki potensi dan peran yang besar dalam hal menjaga lingkungan serta populasi ikan.

Karenanya, Komunitas Wartawan Senior dan Pegiat Komunikasi NTB akan merangkul para santri di ponpes dan siswa di sekolah negeri untuk turut serta melestarikan lingkungan dan populasi ikan. Menurutnya, banyaknya jumlah santri dan pelajar di NTB menjadi potensi besar dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.

‘’Kita mengajak para santri dan pelajar untuk peduli lingkungan utamanya terhadap populasi ikan. Santri dan pelajar merupakan potensi besar dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Selain karena jumlahnya banyak, santri dan pelajar merupakan generasi penerus bangsa,’’ ujar Bochri.

Karenanya, kedepan gerakan sejuta bibit ikan akan melibatkan para santri dan pelajar untuk menumbuhkan kepedulian tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam. Menurutnya, hal ini nantinya juga akan menumbuhkan kepekaan sosial para santri dan pelajar terhadap kondisi dan situasi di sekitarnya.

‘’Hal ini nantinya diharapkan dapat membentuk karakter para generasi penerus bangsa yang peduli lingkungan dan peduli pada masyarakat sekitarnya,’’ ungkap Bochri.

Selain dihadiri oleh para santri, pelepasan bibit ikan di dua sungai di Dusun Plulan, Kecamatan Kuripan ini juga dihadiri oleh anggota Komunitas Wartawan Senior (Toak) dan Pegiat Komunikasi NTB. Diantaranya; H Djubaidin, Ki Agus Sahrul, Ruslan Nedi, H Erpani Sayuti, Raden Direksi dan Nasrudin Zein serta tokoh lainnya.

Hingga saat ini, gerakan sejuta bibit ikan yang digagas oleh Komunitas Wartawan Senior (Toak) dan Pegiat Komunikasi NTB telah melepas 72.000 bibit ikan yang tersebar di sungai-sungai dan bendungan di beberapa kabupaten di Pulau Lombok. Diantaranya; 44.000 bibit di Kabupaten Lombok Tegah, 6.000 bibit di Kota Mataram dan 22.000 di Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, total donasi gerakan sejuta bibit ikan hingga saat ini telah mencapai 21.700.000. Donasi gerakan bibit ikan ini berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia yang memberikan donasi secara sukarela untuk pengadaan bibit ikan.(ar/rif/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply