Nambung Harga Mati Masuk Wilayah Loteng

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Sengketa tapal batas wilayah antara Kabupaten Lombok Tengah dengan Kabupaten Lombok Barat di kawasan wisata Pantai Nambung, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng, terus mencuat di tengah-tengah masyarakat.

HEARING: Anggota DPRD Loteng, M Samsul Qomar (pegang mik/pengeras suara) memberikan statemen saat hearing puluhan warga Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng, di kantor DPRD Loteng, Senin (24/10). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

HEARING: Anggota DPRD Loteng, M Samsul Qomar (pegang mik/pengeras suara) memberikan statemen saat hearing puluhan warga Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng, di kantor DPRD Loteng, Senin (24/10). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Senin (24/10), puluhan warga Desa Montong Ajan mendatangi kantor DPRD Loteng. Aksi puluhan warga tersebut tak lain untuk mendesak agar Pemkab Lombok Tengah segera mengambil sikap tegas terhadap persoalan ini. Warga juga meminta Pemkab Loteng memasang patok tapal batas di wilayah Pantai Nambung itu. Karena secara historis, wilayah Nambung itu masuk wilayah Kabupaten Loteng, dan bukan Lombok Barat.

‘’Setelah ada informasi yang diterima oleh masyarakat Desa Montong Ajan, bahwa wilayah pantai Nambung itu masuk Lombok Barat sesuai dengan SK Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi. Banyak sekali keluhan dari masyarakat. Sehingga, kami berharap supaya Pemkab Loteng mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat juga menyatakan tetap memiliki Kabupaten Loteng. Dan wilayah Nambung itu harga mati masuk wilayah Loteng,’’ tegas Kepal Dusun Montong Ajan, Ahmad Badawi.

Hal senada juga disampaikan oleh warga sekitar, Sulaiman. Ia mengatakan, masyarakat yang ada di Desa Montong Ajan merupakan penduduk asli Loteng, dan tidak ada penduduk Lobar. Apabila wilayah Pantai Nambung itu masuk wilayah Lobar, maka perlu dipertayakan SK Gubernur tersebut.

Masyarakat juga siap untuk mendukung Pemkab Loteng untuk mempertahankan wilayah Pantai Nambung tetap menjadi bagian wilayah Loteng. Pada saat proses mediasi dulu, masyarakat di tingkat bawah juga tidak pernah dilibatkan.

‘’Kami berharap supaya Pemkab Loteng memasang patok tapal batas di wilayah Pantai Nambung itu. Karena dari dulu wilayah itu masuk Loteng,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, L Pathul Bahri menegaskan, persoalan tapal batas Pantai Nambung ini, memang harus menjadi perhatian semua pihak di daerah ini. Karena masyarakat juga merasa kebingungan, lantaran wilayah itu masuk Lobar. Masyarakat juga sudah menyatakan tetap menjadi penduduk Loteng.

‘’Ini penting untuk kita tindalanjuti. Supaya Nambung itu masuk wilayah Loteng. Kita akan kumpulkan alas bukti sebagai bahan kita kedepannya. Kalau tidak ada halangan, kita akan adakan apel sumpah pemuda di wilayah Pantai Nambung,’’ ungkapnya.

Anggota DPRD Loteng, M Samsul Qomar yang memimpin hearing terhadap warga tersebut mengatakan, pihaknya harus mempertahakan wilayah Pantai Nambung itu tetap masuk wilayah Loteng. Karena dalam persoalan ini, pihaknya menduga ada oknum yang berusaha merampas hak tanah masyarakat yang ada di wilayah Pantai Nambung tersebut.

‘’Kenapa hanya wilayah sekitar pantainya saja yang harus diklaim, kenapa tidak wilayah lainnya yang ada di Desa Montong Ajan. Kita boleh curiga ada oknum yang bermain dalam persoalan ini,’’ pungkasnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply