Pasca Pilkades, Kodim 1620 Loteng Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Pasca pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Loteng beberapa waktu lalu, mendapat perhatian dari Kodim 1620 Loteng. Senin (24/10), Kodim 1620 Loteng menggelar rapat koordinasi di halam Makodim setempat dengan semua elemen masyarakat yang ada di wilayah Loteng pasca pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lombok Tengah sebagai bentuk upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

RAKOR: Suasana  rapat koordinasi (Rakor) di halaman Makodim 1620 Loteng yang digelar oleh Dandim setempat dengan semua elemen masyarakat yang ada di wilayah Loteng pasca pelaksanaan Pilkades serentak, Senin (24/10). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

RAKOR: Suasana rapat koordinasi (Rakor) di halaman Makodim 1620 Loteng yang digelar oleh Dandim setempat dengan semua elemen masyarakat yang ada di wilayah Loteng pasca pelaksanaan Pilkades serentak, Senin (24/10). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

‘’Kabupaten Loteng ini terdiri dari 12 kecamatan, dan pasti banyak permasalahan yang pernah terjadi. Politik di Loteng ini sangat stabil, namun perlu kita pelajari agar jangan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah Loteng ini,’’ kata Komandan Kodim (Dandim) 1620 Loteng, Letkol Inf Is Abul Razi saat memberikan pengarahan pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, di Loteng ini seringkali terjadi perkelahian, perampokan, penjambretan dan illegal logging serta pengedaran narkoba. Sehingga, hal tersebut menjadi titik berat tugasnya di wilayah Loteng. Karena itu, pihaknya berharap kepada semua masyarakat menjadi garda terdepan untuk menghindari hal-hal yang merugikan masyarakat banyak, seperti pengendaran narkoba dan illegal logging serta tindak kejahatan lainnya. ‘’Mari kita cegah bersama hal-hal yang dapat merugikan masyarakat,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Is Abul Razi yang baru beberapa bulan bertugas di Kodim Loteng menegaskan, Pilkades ini sebenarnya lebih rawan dari pada pemilihan presiden. Karena, Pilkades ini satu kampung yang setiap hari akan bertemu, sehingga dianggap sangat rawan.

Jadi, untuk mencegah konflik itu, pihaknya mohon toleransi antar umat beragama dan antar suku, supaya dipedomani dan dipahami untuk keamanan bersama. ‘’Kami juga berharap agar tidak ada pungli di Loteng. Terutama pada pemerintahan desa dalam memberikan pelayana kepada masyarakatnya, harus sesuai aturan dan jangan sampai ada pungli,’’ ujarnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply