PMII Lotim Nilai Kejari Selong Masuk Angin

‘’Terkait Penanganan Kasus SDN 7 Terara’’

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lombok Timur menilai pihak Kejaksaan Negeri Selong masuk angin dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Terara, Lotim. Betapa tidak, penanganan kasus tersebut sampai saat ini masih jalan di tempat dan tidak ada perkembangan sama sekali.

DEMO: Massa PMII Lotim saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Selong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

DEMO: Massa PMII Lotim saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Selong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Hal itu disampaikan puluhan massa PMII Lotim dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan kantor Kejari Selong, Jumat (28/10). Aksi tersebut digelar juga serangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober. ‘’Kami menilai pihak Kejari Selong masuk angin dalam menangani kasus SDN 7 Terara,’’ kata salah seorang orator, Khaerul Tamrin dalam orasinya di depan kantor Kejaksaan Negeri Selong.

Massa juga menilai pihak kejaksaan tidak konsekuen dalam memberikan pernyataan. Sebab, beberapa waktu lalu pihak Kejaksaan Negeri Selong pernah menyatakan akan menetapkan tersangka sebelum tibanya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah atau sesudahnya, sebagaimana yang telah dilansir media ini beberapa waktu lalu.

Tapi kenyataannya, justeru yang terjadi sampai saat ini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Sehingga, hal ini patut dipertanyakan apa yang dikerjakan oleh pihak Kejari Selong.

Disamping itu, pihaknya juga meminta pihak Kejari Selong untuk mengklarifikasi kelanjutan penanganan SDN 7 Terara tersebut. Karena pihaknya melihat ada indikasi yang tidak jelas dalam penanganan kasus tersebut, sehingga belum berani menetapkan tersangkanya.

‘’Jangan membuat statemen kalau toh tidak sesuai dengan apa yang diucapkan, karena publik menuntut pernyataan itu. Kami minta pihak kejaksaan agar segera menetapkan tersangka, dan jangan bertele-tele dalam menangani kasus ini,’’ ungkapnya.

Massa juga meminta pihak kejaksaan untuk menerima kedatangannya, dan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya mengenai penanganan kasus SDN 7 Terara tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Tri Cipto Hananta, Kasi Pidsus Kejari Selong, Iwan Gustiawan, dan Kasi Intel Kejari Selong, Jeffry Lakopesy, akhirnya menerima massa aksi di depan pintu masuk kantor Kejari Selong.

Dalam penjelasannya, Kepala Kejari Selong, Tri Cipto Hananta menegaskan, tidak ada istilah masuk angin atau bermain-main dalam menangani kasus SDN 7 Terara ini. Karena penanganan kasus tersebut masih dalam proses. Mengingat pihaknya masih melakukan penyidikan dan bila sudah menemukan dua alat bukti yang cukup, baru bisa menetapkan tersangka. ‘’Kami sangat berhati-hati sekali dalam menetapkan orang menjadi tersangka,’’ katanya.

Tri Cipto menambahkan, pihaknya meminta mahasiswa dan masyarakat untuk tetap mengawasi apa yang dikerjakan. Apalagi pihaknya juga mendapatkan pengawasan dari atasan, sehingga pihaknya tidak berani bermain-main dalam menangani kasus ini.

Mengenai kasus ini dilanjutkan atau tidak, menurutnya, itu tergantung dari proses hukum. Bila lengkap bukti, tentu akan dilanjutkan. Tapi bila tidak, buat apa dilanjutkan. ‘’Yang jelas kalau sudah cukup bukti, maka kami akan menetapkan tersangkanya, tanpa harus menunggu lama. Untuk menentukan orang bersalah atau tidak, itu nanti di Pengadilan Negeri Selong,’’ ungkapnya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply