16 Ribu Guru SLTA Mutasi ke Provinsi

Kadis Dikpora Provinsi NTB, H Muh Suruji. (Foto: Makbul/Lomboktoday.co.id)

Kadis Dikpora Provinsi NTB, H Muh Suruji. (Foto: Makbul/Lomboktoday.co.id)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2016, status Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk tingkat SMA/SMK, dipindahkan dari kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi NTB, sesuai peraturan BKN No.1 Tahun 2016.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muh Suruji mengatakan, pihaknya sudah siap untuk menerima segala urusan dari SMA/SMK yang ada di NTB.

‘’Tidak ada masalah, kita sudah siap dalam segala hal. Bahkan, kita saat ini sudah menyiapkan dana sekita Rp125 miliar untuk penggajian para guru setingkat SLTA yang menjadi tugas kami di provinsi,’’ kata Kadis Dikpora Provinsi NTB, H Muh Suruji kepada Lomboktoday.co.id, di Mataram, Selasa (1/11).

Jumlah guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang tersebar di seluruh NTB sekitar 16 ribu orang dengan rincian 9.600 orang guru non PNS (honorer) dan sekitar 6.400 orang guru yang sudah PNS. Semua administrasinya sedang dikerjakan dan pembayaran gaji dan honor guru SMA/SMK akan dimulai pada 1 Januari 2017 mendatang.

‘’Soal pembayaran gaji dan honor akan mulai kami bayar per 1 Januari 2017 mendatang dan pembayaran honor untuk guru honorer, tentu besarannya sesuai dengan jam mengajar mereka,’’ ungkapnya.

Suruji juga berharap kepada semua guru honorer tidak perlu resah atau cemas dengan pemindahan dari kabupaten/kota ke provinsi, yang jelas pihaknya akan memperlakukan sama pada saat masih bernaung di bawah kendali Dinas Dikpora kabupaten/kota.(bul/wan)

Kirim Komentar

Leave a Reply