Warga Tolak Larap Pembangunan Dam Mujur

Kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Program Larap (action plan) Pembangunan Dam Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, hingga saat ini masih ditolak warga. Meskipun Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I sudah melakukan berbagai upaya sosialisasi agar program Larap tersebut bisa terlaksana.

‘’Sampai saat ini warga khususnya di Desa Kelebuh masih menolak program Larap Dam Mujur,’’ kata Kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi kepada wartawan di kantor bupati Loteng, Selasa (1/11).

Untuk Larap Pembangunan Dam Mujur itu, kata Rasyidi, konsultannya sudah ditender, dan sosialisasi ke masyarakat juga sudah dilakukan. Tapi warga yang ada di Desa Kelebuh masih menolak untuk dilakukan Larap. Sedangkan di lima desa yang lahannya terkena pembangunan Dam Mujur, Larapnya sudah selesai. Pihaknya tinggal menunggu Larap di Desa Kelebuh.

Karena itu, pihaknya sangat membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat agar Larap Dam Mujur di Desa Kelebuhn bisa dilaksanakan. Mengingat tujuan Larap tersebut tak lain untuk pendataan terhadap luas tanah dan bangunan lainnya, agar bisa dinilai harganya oleh tim appraisal.

Mekanisme pembebasan lahan saat ini, lanjut Rasyidi, berbeda dengan sebelumnya. Dimana, dalam pembebasan lahan itu, harus dilakukan Larap terlebih dahulu, baru kemudian tim appraisal turun menilai guna menentukan harga. Dengan begitu Pemkab bisa merumuskan kebijakan untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan warga terkait masalah harga pembebasan lahan tersebut.

Disinggung rencana relokasi, pihaknya masih mencarikan lokasi di sekitar wilayah itu. ‘’Rencana relokasi masih kita carikan di sekitar wilayah  itu,’’ ungkapnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply