Rektor Universitas Al-Ahqaf Berdialog di Mataram

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Rektor Universitas Al Ahqaf Yaman, Prof Dr Abdullah BA Harun, salah satu ulama dan cendikiawan terkemuka di Yaman, hadir dan berdialog dengan ratusan tuan guru, alim ulama dan alumni Unversitas Yaman, di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (2/11). Bertindak sebagai moderator, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr TGH M Zainul Majdi.

DIALOG: Suasana dialog Islami Ilmiah antara Rektor Universitas Al Ahqaf Yaman, Prof Dr Abdullah BA Harun, salah satu ulama dan cendikiawan terkemuka di Yaman, dengan ratusan tuan guru, alim ulama dan alumni Unversitas Yaman, di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (2/11), yang dipandu oleh moderator, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

DIALOG: Suasana dialog Islami Ilmiah antara Rektor Universitas Al Ahqaf Yaman, Prof Dr Abdullah BA Harun, salah satu ulama dan cendikiawan terkemuka di Yaman, dengan ratusan tuan guru, alim ulama dan alumni Unversitas Yaman, di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (2/11), yang dipandu oleh moderator, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menjelaskan, secara garis besar, hal-hal yang disampaikan Prof Abdullah dalam dialog yang berlangsung dalam Bahasa Arab tadi, diantaranya berisi beberapa hal; pertama, era globalisasi dengan karakter yang dinamis (perubahan yang cepat dan terus menerus), cenderung mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Dengan terpaan alat komunikasi yang canggih menyebabkan pentingnya bagi umat Islam untuk mengimbangkan metode, agar sesuai dengan tuntutan globalisasi.

Kedua, metode itu sangat penting dalam menjaga dan merawat nilai baik yang ada. Karena jika  tidak dijaga dengan baik, akan tergantikan dengan nilai destruktif. Dengan kata lain, jika tidak terjadi transformasi nilai yang baik dari generasi sekarang kepada generasi yang akan datang, akan dapat menyebabkan gejala yang tidak baik di tengah masyarakat. Ketiga, proses terpenting di dalam memelihara nilai baik, salah satunya melalui pendidikan. Proses pendidikan harus terintetgrasi antara ilmu dan akhlak, antara pengetahuan dan tata nilai. Pengetahuan saja tanpa tata nilai membuat manusia memaknai ilmu pengetahuan sebagai komoditas. ‘’Demikian pula akhlak tanpa ilmu, juga tidak akan maksimal mengarahkan pembangunan di dunia ini menuju kepada kesejahteraan, kemajuan untuk semua. Dalam konteks ini, beliau menyampaikan bahwa umat Islam di Indonesia harus mampu mempromosikan nilai Rahmatallil Alamin,’’ kata Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Keempat, menghargai keberagaman adalah bagian dari nilai Islam yang sangat original. Dalam Islam, kata Tuan Guru Bajang (TGB), begitu gubernur NTB ini biasa disapa, tidak boleh ada pemaksaan dalam aqidah. Dalam konteks hubungan muslim dan non muslim dibolehkan membangun hubungan yang konstruktif, untuk membawa kemajuan.

‘’Beliau mencontohkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dapat menghadirkan kedamaian di tengah keberagaman suku bangsa di Indonesia. Hal seperti ini yang harus terus dijaga kelestariannya,’’ ungkapnya.

Kelima, penting bagi umat Islam untuk juga membentengi dirinya dari ideologi yang sangat bertentangan dengan tuntunan agama seperti kebebasan tanpa batas, ideologi komunisme yang telah menyebabkan kehancuran di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, ajaran Islam yang mengajarkan keseimbangan dan kemoderatan itu adalah yang terbaik bagi umat manusia.(ar/wan/bul/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply