Rp49 Juta Uang Bantuan Masjid Raib

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sebanyak Rp49 juta uang bantuan pembangunan Masjid Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, raib dicuri tamu tak diundang di dalam mobil milik pengurus pembangunan masjidnya. Dimana, setelah mengambil uang bantuan itu di Bank NTB Cabang Selong, pengurus pembangunan masjid memarkirkan mobilnya di halaman kantor Dinas Kesehatan Lotim, Rabu (02/11), sekitar pukul 10.00 Wita. Kasus ini sudah ditangani Polres Lotim guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelakunya.

OLAH TKP: Kasat Reskrim, AKP Wendi Oktariansyah sedang melakukan olah TKP terhadap raibnya Rp49 juta bantuan masjid di dalam mobil saat terparkir di halaman kantor Dikes Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

OLAH TKP: Kasat Reskrim, AKP Wendi Oktariansyah sedang melakukan olah TKP terhadap raibnya Rp49 juta bantuan masjid di dalam mobil saat terparkir di halaman kantor Dikes Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Bendahara Pembangunan Masjid Pene, Umar menuturkan, hilangnya uang bantuan masjid sebesar Rp49 juta itu, setelah selesai mengambil uang di Bank NTB bersama rekannya, dan langsung menuju kantor Dikes Lotim, mengingat ada keperluan.
Sesampai di kantor Dikes, mobil di parkir di halaman kantor. Setelah itu, rekannya masuk ke dalam kantor, sedangkan ia tinggal di dalam mobil sendirian. Tapi karena telah lama menunggu rekannya, akhirnya ia pun pergi membeli rokok ke warung yang tidak jauh dari kantor Dikes Lotim.

Sementara uang itu ditaruh di dalam mobil. Sekembalinya dari beli rokok itu, ia kaget melihat kaca mobil sudah dipecahkan oleh pelaku, dan mengambil uang bantuan tersebut.

‘’Begitu saya balik, uang bantuan itu sudah raib dibawa orang dengan cara terlebih dahulu memecahkan kaca mobil. Saya tidak mendengar kalau kaca mobil itu dipecahkan oleh pelaku,’’ kata Umar kepada Lomboktoday.co.id, di Selong, Rabu (2/11).

Umar mengakui, sebelum kejadian, ia mencurigai ada orang menggunakan sepeda motor lalu lalang di sekitar kantor tersebut. Dan membuntuti dirinya saat mengambil uang di bank, tapi itu ia tidak sadari. Dan setelah kejadian, ia baru sadar kalau ada orang yang membuntutinya dari kantor bank. Yang mengherankan lagi, kenapa pelaku berani sekali padahal suasana di sekitar kantor Dikes Loti mini sangat ramai.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Wingky Adithyo Kusumo melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Wendi Oktariansyah saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya sudah menerima laporan masalah raibnya uang bantuan pembangunan masjid di dalam mobil pengurus pembangunan masjid terseut. Bahkan ia juga ikut ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP guna melihat kondisi yang ada. ‘’Kasusnya masih lidik dengan memintai keterangan korban dan mengumpulkan bukti-bukti yang kuat guna mengungkap pelakunya,’’ katanya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply