Keluarga Suparlan Mimpi Giginya Copot

‘’Korban Speedboat TKI Tenggelam di Perairan Batam’’

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Musibah Spedboat yang membawa penumpang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Johor Malaysia menuju Nongsa Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu lalu (2/11), sebanyak 93 orang penumpang, sebagian besar berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat(NTB).

PENCARIAN: Saat tim SAR mencari korban musibah tenggelamnya Spedboat di Perairan Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Ist/Lomboktoday.co.id)

PENCARIAN: Saat tim SAR terus mencari korban musibah tenggelamnya Spedboat di Perairan Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Ist/Lomboktoday.co.id)

Sesuai data yang Lomboktoday.co.id himpun dari berbagai sumber, tercatat dari 34 penumpang yang bisa diselamatkan, ada 24 orang berasal dari Lombok. Begitu juga dengan korban jiwa yang tidak bisa diselamatkan, juga sebagian besar berasal dari Pulau Lombok.

Suparlan (45 tahun), warga Dusun Rungkang, Desa Jenggik Induk, Lombok Timur, termasuk salah seorang korban yang meninggal dalam insiden tersebut.

Ketika Lomboktoday.co.id mendatangi kediaman Suparlan, sang istrinya, Serinah mencertikan, pertama kali mengetahui kalau suamainya menjadi korban dalam peristiwa tersebut dari adik iparnya, Agus Suprianto yang juga ikut dalam rombongan penumpang tersebut, dan selamat. ‘’Pertama kali saya tahu dari telpon Agus yang menceritakn kalau Suparlan tidak bisa diselamatkan, mereka memang sama-sama dalam kapal itu, tapi Agus selamat,’’ kata Serinah kepada Lomboktoday.co.id, Sabtu (5/ 11).

Serinah juga menceritan kalau pada sore itu Suparlan sempat nelepon minta do’a kepadanya. ‘’Kira-kira antara Magrib-Isya dia (Suparlan) sempat nelepon ke saya minta do’a agar selamat dalam perjalanan pulang, karena tengah malam nanti saya akan menyeberang ke Batam. Dan dia juga sempat berpesan kalau HP saya mati nanti, berarti saya di jalan,’’ kata Serinah menirukan perkataan sang suaminya.

Menurut Serinah, suaminya itu sudah 4 kali dengan yang sekarang masuk ke Malaysia. ‘’Suami saya ini sudah 4 kali dengan yang sekarang dia masuk Malaysia, kalau yang dulu-dulu lancar saja perjalanannya, baru sekarang dia dapat musibah. Dia memang masuk pakai paspor pelancong sampai saat ini, sehingga begitu paspornya habis masa berlakunya, maka dia jadi gelap (illegal),’’ ungkapnya.

Sedangkan dari firasat yang dia rasakan, kata Serinah, tidak ada firasat yang aneh menjelang kejadian itu. Tapi ada tetangga atau keluarga yang bermimpi kalau gigi graham yang sebelah tanggal atau copot. Sehingga diasumsikan bahwa dengan mimpi gigi copot itu dianggap sebagai keluarga ada yang meninggal, ternyata mimpi itu benar dia adalah Suparlan.(bul)

Kirim Komentar

Leave a Reply