Perekonomian NTB Tumbuh 7,48% dan ITK-NTB Urutan Dua Nsional

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) triwulan III 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga yang berlaku mencapai Rp.31,14 triliun.

Kepala Badan Pusat Statisti (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih. (Foto: Makbul/Lomboktodayco.id)

Kepala Badan Pusat Statisti (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih. (Foto: Makbul/Lomboktodayco.id)

Perekonomian Provinsi NTB tahun 2016 hingga triwulan III dibandingkan dengan tahun 2015 pada periode yang sama, perekonomian NTB tumbuh sebesar 7,48 persen. Seluruh kategori mengalami pertumbuhan yang positif, dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori pengadaan listrik dan gas yaitu sebesar 14,25 persen, diikuti oleh kategori pertambangan dan penggalian yaitu sebesar 11,77 persen.

Memperhatikan pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sampai triwulan III 2016 sebesar 7,48 persen tersebut, ternyata yang membentuknya paling tidak ada lima lapangan usaha yang cukup berpengaruh dalam perekonomian NTB, diantaranya; 3,07 persen yang bersumber dari kategori pertambangan dan penggalian, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,90persen.

Sementara leading sektor ekonomi NTB yang menempati urutan ke empat dalam menyumbangkan pertumbuhan ekonomi NTB yaitu 0,42 poin bersumber dari Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta 0,41 persen disumbangkan oleh sektor transportasi.

Struktur perekonomian Provinsi NTB menurut lapangan usaha triwulan III 2016 masih didominasi oleh tiga kategori lapangan usaha yaitu, sektor Pertambangan dan Penggalian 22,86 persen, kemudian diurutan kedua ditempati oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 20,98 persen dan sector Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi  Mobil dan Sepeda Motor 11,97 persen diurutan ketiga.

Sedangkan untuk Indek Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan III 2016, Provinsi NTB berada pada posisi 114,81, berada jauh di atas rata-rata Nasional yang hanya 108,22 poin. Sehingga secara Nasional, ITK NTB berada pada urutan ke dua setelah DIY (Daerah Istimewa Yoyakarta) diurutan pertama dengan ITK 115,02 poin.

Menurut Kepala Badan Pusat Statisti (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih mengenai Indek Tendensi Konsumen (ITK) adalaah Indek yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang. Atau indeks komposif persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan.(bul)

Kirim Komentar

Leave a Reply