Bahas Keselamatan di Sabah, Menlu Temui Menteri Besar Sabah

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Menteri Besar Sabah, Dato Musa Aman, di Kota Kinabalu, Selasa (8/11).

Dalam pertemuan itu, Menteri Besar Sabah juga didampingi oleh Komandan Eastern Sabah Security Command (ESSCOM), Mayjen Wan Abdul Bari. ESSCOM adalah armada Malaysia yang bertanggung jawab atas keamanan di wilayah perairan Sabah.

BERTEMU: Menlua RI, Retno Marsudi saat melakukan pertemuan dengan Menteri Besar Sabah, Dato Musa Aman, di Kota Kinabalu, Selasa (8/11). (Kemenlu RI for Lomboktoday.co.id)

BERTEMU: Menlua RI, Retno Marsudi saat melakukan pertemuan dengan Menteri Besar Sabah, Dato Musa Aman, di Kota Kinabalu, Selasa (8/11). (Kemenlu RI for Lomboktoday.co.id)

Menlu RI, Retno Marsudi dalam pertemuan tersebut menyampaikan keprihatinannya terhadap terulangnya kembali penculikan atas dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal penangkap ikan Malaysia pada Sabtu lalu (5/11).

Direktur Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesai dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI, Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan, bahwa Menlu RI, Retno Marsudi juga mengulang kembali permintaan yang pernah disampaikan sebelumnya agar Pemerintah Malaysia memberikan jaminan keselamatan bagi sekitar 6.000 WNI yang bekerja di kapal-kapal penangkap ikan Malaysia.

Menanggapi permintaan Menlu Retno Marsudi, Menteri Besar Sabah maupun Komandan ESSCOM menyampaikan, bahwa pihaknya dapat memahami sepenuhnya keprihatinan tersebut. Keduanya mengakui adanya keperluan meningkatkan mekanisme pengamanan perairan yang ada saat ini.

‘’Kedua pejabat juga sampaikan akan menggunakan beberapa pendekatan baru, antara lain dengan mewajibkan pemilik kapal melengkapi kapal dengan peralatan Automatic Identification System (AIS), melakukan sosialisasi langkah pengamanan pelayaran kepada majikan dan para ABK kapal, membangun mekanisme quick response yang lebih baik serta membuat safety point di sejumlah pulau kecil di sekitar perairan Sabah,’’ kata L Muhammad Iqbal melalui siaran persnya, Selasa (8/11).(ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply