Kadis Dikpora NTB: Tramadol Masuk Sekolah, Awasi Anak Didik Kita

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Maraknya peredaran obat Tramadol yang sasarannya para pelajar di Nusa Tenggara Barat (NTB)  menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua para siswa dan meminta kepada pemerintah terutama instansi terkait untuk segera turun tangan mengatasi hal tersebut.

Kadis Dikpora NTB, H Muh Suruji. (Foto: Makbul/Lomboktoday.co.id)

Kadis Dikpora NTB, H Muh Suruji. (Foto: Makbul/Lomboktoday.co.id)

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muh Suruji kepada Lomboktoday.co.id mengatakan, pihaknya sudah mengantisifasi hal tersebut dan mengajak semua pihak untuk mengawasi peredaran obat Tramadol tersebut. ‘’Saya berharap semua pihak untuk mengawasi hal ini terutama kepada para guru dan orang tua murid karena persoalan pendidikan ini bukan semata-mata tanggung jawab saya saja (Dikpora, Red), tapi tanggung jawab kita semua,’’ terang Suruji.

Seperti diketahui, peredaran obat Tramadol memasuki sekolah-sekolah setingkat SLTP dan SLTA sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena obat ini akan bias merusak generasi muda bangsa Indonesia.

Tramadol sebenarnya obat penghilang rasa nyeri kepada orang yang baru selesai dioperasi. Tramadol memiliki kandungan Hidro klorida 50 mg dan bekerja dengan mengikat secara steriopsiefik pada reseptordisis tim sarap pusat sehingga menghilangkan rasa nyeri. Tapi saat ini banyak disalahgunakan oleh para pelajar dan dibuat sebagai obat penenang. Dan obat ini akan bisa menimbulkan ketergantungan kepada pemakainya dan bahayanya dapat menyerang otak, ginjal dan hati.

Untuk itu, Kadis Dikpora NTB, H Muh Suruji berpesan agar para siswa meniggalkan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. ‘’Saya berpesan kepada anak-anak didik seusia SMP dan SMA untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti mengkomsumsi obat-obat yang tidak ada gunanya bahkan merusak otak, geng motor dan lain-lain,’’ pesannya kepada para pelajar.

Untuk menindaklanjuti upaya pencegahan peredaran obat-obat terlarang ke sekolah-sekolah, H Muh Suruji akan meminta kepada gubernur untuk bersurat kepada bupati/walikota agar melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang berada di bawah kekuasaannya.

Suruji juga menduga peredaran obat Tramadol ini datangnya melalui darat atau di bawa melalui kendaraan umum. ‘’Saya menduga obat ini di bawa ke NTB melalui darat atau memakai bus dan munculnya pemakaian obat ini pertama kali kita dengar dari pelajar-pelajar yang ada kawasan Pulau Sumbawa seperti Bima dan daerah-daerah lainnya,’’ ungkapnya.(bul/wan)

Kirim Komentar

Leave a Reply