Gubernur NTB Terima Kades Lendang Nangka

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Gubernur NTB,  Dr TGH M Zainul Majdi bertemu dengan Kepala Desa Lendang Nangka, Drs HL M Isnaini dan tokoh pemuda di ruang kerja gubernur, Jum’at (11/11).

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menerima Kepal Desa Lendang Nangka, HL M Isnaini di ruang kerjanya, Jumat (11/11).

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menerima Kepal Desa Lendang Nangka, HL M Isnaini di ruang kerjanya, Jumat (11/11).

Kunjungan itu dalam rangka menyampaikan Desa Lendang Nangka terpilih sebagai juara 1 Lomba BUMDES tingkat Nasional tahun 2016. Desa Lendang Nangka tidak hanya mengelola simpan pinjam, tapi mengelola air bersih untuk 1 desa.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Lendang Nangka, Drs HL M Isnaini menyampaikan keluhan terkait kawasan mata air di Lendang Nangka yang cukup mengkhawatirkan. Ada beberapa masyarakat yang menggali batu di kawasan itu. Padahal, mata air tersebut adalah sumber air bagi beberapa desa di sekitar kawasan Lendang Nangka dan merupakan objek wisata yang sedang dikembangkan saat ini.

‘’Kami ingin meminta perlindungan kepada Pemerintah Provinsi NTB terkait eksploitasi yang terjadi di mata air daerah kami,’’ kata Kades Lendang Nangka, HL M Isnaini.

Selain itu, Desa Lendang Nangka sedang mengembangkan ekowisata budaya dan pertanian. ‘’Kami melihat Lendang Nangka memiliki kawasan pertanian dan kehidupan masyarakat yang layak untuk dijadikan sebagai objek wisata. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan biro perjalanan, di mana seminggu 2 kali ada sekitar 40 orang wisatawan asing yang berkunjung ke daerah kami,’’ ungkapnya.

Menanggapi kondisi mata air di Lendang Nangka yang cukup mengkhawatikan, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi mengatakan, penting membangun desa dengan semangat kemandirian dan pendekatan yang baik kepada warga desa, agar sama-sama menjaga mata air. Lebih lanjut, terkait pengembangan ekowisata, diperlukan keseriusan aparat desa dan masyarakat Lendang Nangka dalam menyiapkan kawasan tersebut sebagai objek wisata.

Persiapan tersebut antara lain, tempat ibadah, toilet, kuliner dan lainnya. ‘’Tidak perlu mewah atau mahal, yang penting bersih dan rapi. Ketika persiapan sudah matang, Pemerintah Provinsi NTB dapat mempromosikan daerah tersebut secara resmi,’’ katanya.

Jadi, wisata budaya di Pulau Lombok tidak hanya Desa Sade, tapi ada Desa Lendang Nangka. Apalagi Lendang Nangka didukung oleh infrastruktur yang memadai, walaupun lokasi Lendang Nangka jauh dari Kota Mataram, tapi aksesnya mudah. Hal ini menjadi kelebihan Desa Lendang Nangka dalam pengembangan ekowisata.(ar/wan/bul/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply