Tingkat Pengangguran di NTB Turun 1,75 Persen

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Keadaan ketenagakerjaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2016 menunjukkan adanya peningkatan pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja(TPAK).

Para pecari kerja mau memasukkan lamaran (Foto: Ist/Lomboktoday.co.id)

Para pecari kerja mau memasukkan lamaran. (Foto: Ist/Lomboktoday.co.id)

TPAK NTB meningkat dari 66,54 persen pada Agustus 2015 menjadi 71,57 persen pada Agustus 2016. Peningkatan TPAK ini menunjukkan semakin tingginya pasokan tenaga kerja yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa.

Jumlah angkatan kerja di NTB pada Agustus 2016 sekitar 2.464.331 orang atau naik 208.452 orang jika dibandingkan dengan keadaan setahun yang lalu yaitu Agustus 2015. Peningkatan jumlah angkatan kerja ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk usia kerja sebanyak 239.807 orang.

Data yang Lomboktoday.co.id peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), secara absolut jumlah penganggur pada Agustus 2016 berjumlah 97.021 orang. Sedangkan jika dibandingkan dengan angka pengangguran pada Agustus 2015 yang berjumlah 128.376 orang, berarti terjadi penurunan jumlah pengangguran di NTB sebanyak 31.355 orang pada Agustus 2016.

Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka(TPK) di NTB pada Agustus 2016 mencapai 3,94 persen, kondisi ini lebih rendah 1,75 persen bila dibandingkan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2015 yang mencapai 5,69 persen.

Penyumbang terbesar penyerapan Tenaga Kerja di NTB adalah sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri. Jumlah penduduk NTB yang bekerja mengalami kenaikan hampir pada semua sektor.

Pada sektor Pertanian bertambah sekitar 90.917 orang, sektor Industri bertambah sekitar 10.402 orang. Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi bertambah sekitar 41.826 orang. Sektor Keuangan bertambah sekitar 17.299 orang, sektor Jasa Kemasyarakatan bertambah sekitar 57.810 orang serta sektor lainnya bertambah sekitar 24.206 orang.

Sementara sektor yang mengalami penurunan adalah sektor Kontruksi yang berkurang sekitar 2.429 orang dan Perdagangan berkurang sekitar 224 orang.(bul)

Kirim Komentar

Leave a Reply