Kualitas Proyek Jalan Mangkung-Selong Belanak Disorot

Kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomoktoday.co.id)

Kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomoktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Warga mulai menyoroti rendahnya kualitas pekerjaan LPA dan LPB proyek ruas jalan Mangkung-Selong  Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Proyek ruas jalan Mangkung-Selong Belanak yang menghabiskan anggaran RP23 miliar itu, dikerjakan oleh PT SKS.

‘’Bila melihat nilai anggaran proyek ruas jalan tersebut cukup besar. Maka kualitas pengerjaan LPA dan LPB itu harus sesuai ketentuan atau spesifikasi, supaya kualiatas jalan tersebut lebih baik sesuai harapan masyarakat,’’ kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Warga juga berharap kepada Dinas PU Loteng untuk terus meningkatkan pengawasan dalam pengerjaan ruas jalan Mangkung-Selong Belanak. Sehingga kedepannya, kualiatas jalan itu tidak cepat rusak dan sesuai apa yang diharapkan masyarakat.

‘’Mungkin informasi yang diterima masyarakat, bahwa saat tumpukan material belum dihampar oleh greder kemudian hujan datang. Sehingga batunya terkikis dan yang keliatan itu tanahnya saja. Dan tanah itu yang dianggap sebagai LPA dan LPB-nya, tapi material itu bisa kita tolak.Karena harus sesuai spesifikasi,’’ kata Kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi kepada wartawan di kantor DPRD Loteng, Senin (14/11).

Menurutnya, pihak kontraktor lebih paham terkait material tersebut. Karena bila hujan, tidak bisa dipadatkan. Pengawas juga sudah tahu dan menyampaikan masalah material yang terpisah itu. ‘’Jadi mereka harus mendatangkan material lagi sesuai spesifikasi,’’ ungkapnya.

Sedangkan batas waktu pengerjaan proyek ruas jalan tersebut sampai 31 Desember 2016. Sehingga dalam pengerjaan proyek ini, waktunya terganggu karena hujan. Jadi, mereka harus lembur untuk menggantikan waktu itu.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply