‘’After School Program’’ Sarana Pengembangan Kreativitas Siswa

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Sampoerna Untuk Indonesia (SUI), program tanggungjawab sosial perusahaan di bawah payung PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF SDO), menyelenggarakan acara penutupan ‘’After School Program (ASP)’’.

KESENIAN TRADISIONAL: Penampilan kesenian tradisional oleh siswa penerima manfaat program Sampoerna Untuk Indonesia (SUI). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

KESENIAN TRADISIONAL: Penampilan kesenian tradisional oleh siswa penerima manfaat program Sampoerna Untuk Indonesia (SUI). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

Penutupan program yang telah dilaksanakan serentak di 28 sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB), direncanakan akan bertempat di 14 sekolah peserta program yang baru tergabung pada tahun 2016.

Ke-14 sekolah tersebut tersebar di Lombok Timur dan Lombok Tengah, diantaranya; untuk Lombok Timur diikuti oleh; SDN 3 Rumbuk, SDN 4 Rumbuk, SDN 3 Kabar, SDN 1 Bungtiang, SDN 1 Lepak, SDN 1 Montong Baan, SDN 2 Montong Baan, SDN 2 Sukadana, SDN 3 Sukadana, SDN 6 Sukadana. Sedangkan di Lombok Tengah diikuti oleh; SDN 1 Montong Gamang, SDN Embung Karung, MI NW Assirajudin.

Menurut Henny Susanto selaku Head of Stakeholder, Regional Relations and CSR Sampoerna, ‘’After School Program’’ merupakan program pendampingan yang ditujukan bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) ini untuk dapat mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang positif dan bermakna setelah pulang sekolah.

‘’Tujuan akhir dari program ini adalah untuk mencegah para siswa turut bekerja di perkebunan tembakau bersama orang tuanya di sejumlah wilayah di Indonesia,’’ kata Henny Susanto.

Henny Susanto mengatakan, program yang resmi memasuki tahun keempat ini, tercatat memberikan dampak total secara langsung maupun tidak langsung kepada 100 guru, 1.400 orangtua, 2.800 siswa dari 28 sekolah dasar se-Lombok Timur dan Lombok Tengah.

‘’Program ini juga melibatkan sekitar 140 orang dari komunitas sekolah yang berkontribusi membantu sekolah dalam melatih para siswa di berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dijalankan,’’ ungkapnya.

Program ASP terdiri dari penilaian kebutuhan dan koordinasi sebelum pelaksanaan program, pelatihan guru, pendampingan dan bimbingan guru, seminar orangtua, beragam ekstrakurikuler, dan Festival Day. ASP mendapatkan respon positif dari siswa-siswi. Mereka mengaku bisa mengikuti kegiatan yang menarik dan menyenangkan selepas pulang sekolah, seperti; sepak bola, bola voli, catur, pencak silat, kerajinan tangan, majalah dinding, pramuka, qasidah, enggrang, pembacaan Alqur’an, dan berbagai ekstrakurikuler lainnya.

Lebih lanjut Henny Susanto mengatakan, program ini merupakan salah satu wujud komitmen Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa-siswi di Indonesia. Melalui berbagai program yang disediakan, pihaknya berharap sekolah-sekolah penerima manfaat dapat mengembangkan aktivitas ekstrakurikuler yang berkualitas dan memberikan pemahaman mendalam kepada orangtua dan guru mengenai pentingnya pelaksanaan program ini bagi siswa-siswi sekolah.

Acara penutupan program ini dihadiri berbagai pihak, seperti para orangtua, anggota komite sekolah, sekolah penerima manfaat program, tokoh masyarakat dan pemerintahan, serta perwakilan Sampoerna sebagai inisiator program dan PSF School Development Outreach sebagai fasilitator program ini. ‘’Melalui kerjasama berkelanjutan yang telah dilakukan oleh Sampoerna Untuk Indonesia dan PSF School Development Outreach,’’ terangnya.

‘’Bahkan kami melihat berbagai dampak positif dari keberhasilan program. Salah satunya adalah meningkatnya kreativitas siswa dalam kegiatan belajar-mengajar, serta makin berkembangnya kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Hal ini memberikan keyakinan bagi pihaknya selaku pelaksana program bahwa program ini penting untuk diberdayakan lebih lanjut dan dipertahankan untuk terus berjalan di tahun-tahun selanjutnya,’’ ungkap Gusman Yahya, Head of Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach.

Sebagai bagian akhir dari penutupan program, digelar Festival Seni, Olahraga, dan Budaya pada 24 November mendatang. Kegiatan ini merupakan momen bagi para siswa peserta ASP untuk menunjukkan bakat mereka dalam bidang seni, budaya, dan olahraga.(DIM/adv)

Kirim Komentar

Leave a Reply